Langsung ke konten utama

Hijrah Fikriyah

Hijrah fikriyah adalah wujud dari ajaran nabi Muhammad tentang anjuran berhijrah, agar umat islam bisa meninggikan tarap pemikiran yang tinggi yang didasari dengan aqidah yang benar. Pemikiran yang bersumber dari aqidah islam merupakan pemikiran yang hakiki. Sesungguhnya inilah yang disebut dengan hijrah fikriyah, hijrah dalam rangka menuju kecerdasan umat yang kuat dan tangguh.

Di era globalisasi yang semakin ini, mungkin kita bisa melihat sendiri, generasi sekarang ini semakin tergantung kepada internet dan medsos sebagai pencarian informasi. Berbagai info yang didapatkan, memerlukan daya serap tinggi dalam keilmuan seseorang. Disinilah pentingnya hijrah fikriyah, agar dalam memikirkan tentang pandangan hidup secara bebas bisa dipahami dengan benar, termasuk dalam mengelola berita atau pemberi informasi kepada Publik, tidak menggunakan internet atau medsos atau media apapun sebagai media kejahatan.

Tentu dengan adanya hijrah fikriyah, maka kemajuan tarap pemikiran manusia akan berwujud kepada prilaku manusia yang terodorong oleh karakter yang dimilikinya. Pada saat kecerdasan diarahkan kepada kebatilan, maka akan melahirkan prilaku yang merusak bagi lingkungannya. Tentu pada tahap pemikiran yang lebih tinggi akan menembus pengaruh yang lebih luas, baik di lingkungan, masyarakat, lembaga maupun Pemerintah, bahkan terkadang media dijadikan sebagai alat untuk menebar kebohongan-kebohongan yang dikemas dengan kecakapan dalam tekhnologi pengetahuan salah kaprah. 


Sebenarnya jika kita mencoba melihat secara mendalam kalimat  (Iqro’) yang ada dalam suroh Al-Alaq, tidak hanya sekedar membaca, namun memerlukan pemikiran yang sangat tajam, sampai Malaikat Jibril mengulanginya sampai tiga kali sebagai penegasan, betapa pentingnya membaca dan berpikir.

Konsep Hijrah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW merupakan ajaran yang sangat berharga bagi umat Islam. Pada masa Nabi, Umat Islam sangat memerlukan strategi perang yang jitu, karena jamannya memang sangat mebutuhkan itu, namun kondisi jaman sekarang sangat memerlukan pola pikir yang terus mengalami peningkatan, mengingat fenomena kehidupan jaman sekarang yang penuh dengan keberagaman ide, budaya serta ajaran yang belum tentu bernilai positif.

Hijrah fikriyah saat ini sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesaak saat ini, karena pola pemikiran ummat saat ini banyak sekali dipengaruhi budaya yang tidak bernilai Islam. Derasnya arus budaya asing memerlukan pemikiran bertarap tinggi yang didasari dengan aqidah yang benar. Karena kekuatan aqidahlah yang menumbuhkan manusia sebagai manusia, sehingga menjadi Khoiru ummah.

            Bahkan sebenarnya kebangkitan ummat Islam itu bisa diukur dengan kemajuan dan tarap pemikiran manusia (al-irtifa’ al-fikri). Pemikiran yang lebih tinggi akan menghasilkan kebangkitan, tentu bukan sembarang pemikiran. Ia memikirkan tentang pandangan hidup dan segala yang berkaitan dengannya, termasuk dalam mengelola alam ini dengan penuh keilmuan.

            Kemudian Kemajuan pemikiran manusia juga akan mencerminkan terjadinya transformasi dari aspek hewani ke aspek manusiawi. Pemikiran yang bertujuan untuk memperoleh makanan adalah pemikiran yang sifatnya rendah sebaliknya, pemikiran yang berkaitan dengan cara memperoleh makanan adalah pemikiran yang lebih tinggi. Pemikiran yang berkaitan dengan urusan suatu kaum seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw lebih tinggi dari pada yang berkaitan dengan urusan keluarga. Namun,  pemikiran yang lebih tinggi adalah pemikiran tentang pengaturan urusan manusia sebagai manusia, bukan manusia sebagai individu. Pemikiran inilah yang melahirkan kebangkitan. Namun, hakikat kehidupan dan manusia  harus didasari oleh aqidah dan pandangan yang benar. Dengan demikian, kebangkitan hakiki adalah kebangkitan atas dasar aqidah yang memancarkan sistem pengaturan urusan manusia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengisi Hati Dengan Zikir

Sudahkah kita yakin sepenuhnya bahwa alam yang maha luas dan besar ini bukanlah terjadi dengan sendirinya ? Karena tak mungkin sesuatu dapat terjadi dengan sendirinya, tetapi pasti ada yang menjadikan atau menciptakan dan menyebabkan tercipta. Dialah Allah yang menciptakan alam semesta beserta isinya. Sudahkah kita yakin bahwa Allah bukan hanya menciptakan alam dan isinya saja ? Tetapi Allah juga yang mengatur seluruhnya. Allah pula yang memutar bumi dan bulan, menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan kejadian-kejadian lainnya. Sudahkah kita yakin pula bahwa Allah tidak hanya mencipta dan mengatur alam raya ini ? Tetapi Allah juga melindunginya. Tanpa perlindungan dari Allah, alam raya ini takkan mungkin bertahan sampai berjuta abad sebagai yang kita saksikan sampai sekarang ini. Tanpa perlindungan Allah tak akan mungkin ada kehidupan di permukaan bumi ini. Bagi seorang hamba yang yakin dan sadar sesadar-sadarnya bahwa Allah ada sebagai sang Pencipta, yang Maha Menga...

Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Pada Anak

Anak adalah karunia paling berharga yang diamanahkan Allah SWT kepada para orang tua. Kehadirannya akan menjadi dambaan dari setiap para orang tua, sebab anak merupakan buah hati dari kasih sayang terjalin antara dua insan. Maka sangat wajar jika para orang tua menginginkan anaknya menjadi orang yang sukses dan bermanfa’at kepada keluarga dan bangsa. Melalui pola asuh dan didikan yang didapatkan anak sejak usia dini, tidak dapat dipungkiri kita sering mendengar pepatah yang mengatakan "Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya". Diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Hurairah R.A.: Rasululloh SAW bersabda, “tidaklah seorang anak dilahirkan melainkan dilahirkan atas fitrah. Namun, kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi. Seperti seekor hewan yang melahirkan anak yang lengkap (tidak cacat), apakah dapat kalian temukan ada di antara kalian keturunan yang cacat?”. Pada hakikatnya, anak yang dilahirkan ke muka bumi ini dalam keadaan fitrah. Namun bagai...