Gerakan cinta Al-Qur’an
sesungguhnya telah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak saat ini, di saat
anak zaman now banyak bersentuhan dengan budaya asing, nilai-nilai yang
terkadung dalam Al-Quran itu juga harus terus ditanamkan kepada mereka, agar
kelak anak bisa terdidik dengan baik sesuai dengan nilai-nilai Islami. Melalui
gerakan cinta Al-Qur’an juga diharapkan mampu membangkitkan anak mencintai Al-qur’an untuk membuktikan pondasi keimanan
sekaligus pedoman hidup yang melekat pada lingkungannya, sehingga menjadi satu
kebiasaan yang baik karena diteladani oleh peserta didiknya. Kesadaran untuk
membaca Al-qur’an dan memahaminya yang diiringi dengan tausiyah, tentu akan
lebih mengarahkan peserta didiknya untuk aktif sekaligus membangkitkan ideologi
Islam yang sebenarnya.
Firman Allah dalam Al-qur’an: Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk
manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, dan beriman
kepada Allah.(Q.S Ali Imran/3:110).
Ummat
Islam tidak akan pernah bangkit dan maju, kecuali dengan merujuk kepada
Al-Quran dan Hadis, berbagai ideologi kekinian, hampir membutakan mata hati
ummat, karena derasnya arus budaya asing yang tidak mendidik, maka Al-quran
adalah sebagai solusi tepat untuk mengembalikan ideologi ummat Islam yang
sebenarnya, sehingga budaya penuh dengan suasana Islami. Termasuk dalam
mengatasi “Revolusi Mental” yang semakin meluas, cakupannya tidak hanya kepada generasi bangsa, namun juga terjadi
pada orang tua, pendidik, birokrat dan lain sebagainya. Revolusi mental telah
menggerogoti pada setiap sendi dalam kehidupan ini. Maka program Pemerintah untuk
penguatan pendidikan karakter lazimnya harus senada dengan pendidikan ilahiyah
yang bersumber dari Al-qur’an dan hadis.
Pada
saat Al-qur’an dijadikan sebagai rujukan dalam pendidikan ilahiyah, akan memicu
terjadi transpormasi karakter kepada yang lebih baik. Firman Allah dalam Al-qur’an:
“ Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah
supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya orang-orang yang mempunyai
pikiran mendapat pelajaran. (Q.S. Shaad: 29). Membaca dan mempelajari Al-qur’an
dan memahaminya pada tingkat sekolah rendah dan menengah sudah menjadi tradisi
ummat Islam sejak dulu, priode nabi Muhammad SAW hingga abad kejayaan Islam
pada masa Daulah Abbasiyah yang dikenal dengan masa keemasan Islam. Sejumlah tokoh ilmuan muslim yang menghafal
dan mempelajari Al-qur’an seperti Ibnu Sina (Avecenna) yang dikenal sebagai
ahli kedokteran, apalagi mereka yang bergerak dari kajian agama seperti Imam
Bukhori, Imam syafi’i, Imam Malik, Imam Hanafi dan lain sebagainya, telah
membuktikan kepada dunia, bahwa mereka berhasil menjadi intelektual muslim yang
didasari dengan pendidikan Al-qur’an.
Al-qur’an
yang diperuntukkan untuk semua ummat
merupakan kitab yang mudah dipahami, sehingga bagi orang-orang yang
ingin memahaminya akan diberikan kemudahan, bahkan dengan memahaminya akan
menjadi satu cahaya yang menerangi kehidupan ini dari segala kegelapan. Namun
cahaya Al-qur’an hanya ditujukan kepada orang-orang yang bertaqwa.
Firman
Allah dalam Al-qur’an: “Maka sesungguhnya telah kami mudahkan Al-qur’an itu untuk
bahasamu, agar kamu mendapat memberi kabar gembira dengan Al-qur’an itu kepada
orang-orang yang bertaqwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada
kaum yang membangkang”. (Q.S Maryam: 97).
Al-qur’an
telah menjadi motivator sekaligus menjadi inspirator bagi umat Islam untuk
mewujudkan peradabannya, termasuk dalam bidang ilmu pengetahuan. Jika umat
Islam jauh dari Al-qur’an, ia laksana kapal tanpa nakhoda, sehingga dalam
perjalanannya tidak tentu arah dan tujuan, bimbang dan akhirnya tenggelam. Mendekatkan
anak didik dengan Al-qur’an akan membentuk karakter mereka, karena kandungan
ayat Al-qur’an memiliki seribu makna untuk penguatan pendidikan karakter,
sekaligus menjadi ibadah bagi mereka. Dan dengan ibadah yang kontinu, pada
gilirannya nanti akan menjadi manusia yang berkarakter baik dan memiliki
pondasi keimanan yang kokoh.
Faktanya
di lapangan banyak yang sudah memulai dalam menggemakan Al-qur’an sebagai
solusi untuk membentuk karakter anak, seperti Tahfiz, MDT, MDA, Madrasah,
Pesantren, Sekolah, Perguruan Tinggi dan lain-lain. Namun sayangnya program ini
masih kurang dioptimalkan. Perlu perhatian dari pemerintahan daerah maupun
pusat untuk menguatan pendidikan melalui Al-qur’an. Terlebih kepada
pemerintahan daerah dan kementrian agama, agar program ini diakomodir dengan
baik, sehingga menjadi program unggulan keagamaan untuk mendidik anak dengan Al-qur’an.
Tentu kita sangat menginginkan negeri ini penuh dengan dengan keberkahan,
dengan membumingkan Al-qur-an, negeri tercinta ini akan terus mengalir
keberkahan yang berujung kepada kemajuan negara, karena dihuni oleh generasi
yang cinta Al-qur’an.
Sebagai
seorang muslim kita mesti meyakini bahwa Al-qur’an akan menyelamatkan generasi
bangsa, baik di dunia maupun di akhirat, maka sekolah seperti MDT, MDA,
Pesantren dan lain-lain yang terus berupaya untuk menggemakan Al-qur’an sebagai
solusi pertama dalam pendidikan karakter merupakan aset ummat yang sangat mahal
untuk membumingkan Al-qur’an. Lembaga pendidikan ini tidak boleh dikelas
duakan, lazimnya harus mendapat perhatian serius dari para pemimpin bangsa ini,
agar program ini benar-benar terurus,
sehingga tidak stagnan dan gulung tikar. Semoga Al-qur’an terus menggema pada
setiap lembaga pendidikan Islam di negeri ini, dan sekaligus sebagai solusi
pertama dalam pembentukan karakter.
Komentar
Posting Komentar