Langsung ke konten utama

Menanamkan Kejujuran Kepada Anak


Kejujuran merupakan suatu skill atau kemampuan yang harus terus diasah. Ya, kejujuran itu bukan kualitas yang secara otomatis dimiliki seorang anak tanpa dididik sejak kecil. Dengan menanamkan kejujuran, anak pun terlatih untuk memegang prinsip yang benar meskipun ia sedang menghadapi situasi yang sulit. Anak jadi lebih mampu menghindari godaan yang tidak jujur misalnya mencontek saat ujian, mengambil barang adiknya tanpa bilang, atau menyembunyikan nilai jelek dari orang tua.

Ketika anak sudah mulai beranjak dewasa pun nilai kejujuran akan selalu dijunjung tinggi oleh anak. Ia tak akan mudah berbohong demi kepentingannya sendiri dan akan dijauhi dari korupsi atau berbuat curang. Mendidik anak agar jujur sebenarnya tidak susah, asal orang tua mau dan bersungguh-sungguh untuk terus mengasah dan melatih anak, pada gilirannya nanti anak akan jujur. Maka peran orang tua adalah panutan utama mengenai kejujuran, selama orang tua bicara jujur, anak akan meneladani sikap tersebut. Maka, hindari berbohong atau berbuat curang di depan anak. Misalnya berjanji akan memberikan sesuatu tetapi kenyataannya tidak ada.

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah R.A: Rasululloh SAW bersabda, “Barang siapa yang mengatakan kepada seorang anak kecil, ‘Ke marilah aku beri sesuatu.’ Namun dia tidak memberinya, maka itu adalah suatu kedustaan. (Lihat Buku Prophetic Parenting Cara Nabi Mendidik Anak karangan Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid).

Tetapi jika anak melakukan kebohongan, maka sebagai orang tua yang bijak, tidak boleh langsung memarahi anak. Fokuslah pada kejujuran anak, bukan pada hukuman. Jika anak bersalah anak cenderung akan berbohong karena takut dengan hukuman atau tuduhan yang diberikan orang tua. Jadi, jika para orang tua mendapati anak melakukan kesalahan, jangan langsung membentak atau memarahi anak terlalu keras. Buatlah pendekatan kepada anak agar mengakui kesalahannya. Bimbing terus agar ia paham bahwa berbohong itu tidak ada manfa’atnya.

Kemudian orang tua juga bisa menceritakan kisah para sahabat yang menjunjung tinggi kejujuran seperti Abu Bakar Asy-siddiq, usahanya dalam melindungi kebenaran terlihat ketika mendampingi nabi Muhammad SAW berhijrah ke Madinah. Sebuah perjuangan yang berat karena taruhannya adalah nyawa. Namun setelah wafatnya nabi Muhammad, Abu Bakar terpilih sebagai seorang pemimpin karena memiliki sifat kejujuran dan jasanya dalam mempertahankan kebenaran ajaran agama Islam. Seorang pemimpin dalam menegakkan keadilan mestinya harus menghindari kebohongan, hendaknya ini bisa dipahami para pemimpin yang menginginkan keberkahan hidup, sehingga terwujud negara yang cinta akan kebenaran hakiki bukan kebenaran semu. Pemimpin yang memiliki prinsip kejujuran akan menjadi tumpuan harapan para pengikutnya. Mereka akan sadar bahwa kualitas kepemimpinannya ditentukan seberapa jauh kepercayaan dari pengikutnya.

Paling tidak menurut penulis, ada 3 jaminan bila hidup kita penuh dengan kejujuran, jaminan dari Sang Maha Kuasa. Jujur akan disukai oleh seluruh manusia. Siapa yang tidak suka dengan perilaku manusia yang jujur, jangankan orang lain bahkan diri kita sendiri pun sangat senang dengan orang yang memiliki kejujuran.

Banyak contoh yang tidak perlu disebutkan, terkait dengan pemimpin yang terbukti melakukan kecurangan-kecurangan di negeri tercinta ini, sehingga dalam perjalanan pemerintahan, waktunya habis terkuras untuk mengatasi kasus/perkara terkait dengan pemimpin bangsa sendiri. Akibatnya, kemerosotan ekonomi, karakter tidak bisa diatasi sampai sekarang, hanya karena sifat ketidak jujuran. Tidak kah kita melihat dalam sejarah, bahwa kepemimpinan yang jujurlah yang akan membangkitkan dunia ini kepada kebangkitan yang hakiki.

Kenapa para pemimpin yang beriman tidak pernah coba-coba untuk berbohong?. tidak ada jawaban yang lain kecuali karena mereka benar-benar yakin, bahwa sebuah kemenangan yang hakiki diperoleh dengan kejujuran yang sudah dicontohkan para nabi, sahabat sampai tabi’in. Apabila kita sudah meyakini ajaran tentang kejujuran, mestinya harus melakukan perubahan dari diri, agar menjadi orang jujur, terutama kepada generasi muda sebagai penerus bangsa ini. Kejujuran hanya bisa diraih denga hati yang bersih, ketika hati telah kosong dan dikotori oleh perbuatan-perbuatan zalim, otomatis akan merusak hati yang pada awalnya adalah suci.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengisi Hati Dengan Zikir

Sudahkah kita yakin sepenuhnya bahwa alam yang maha luas dan besar ini bukanlah terjadi dengan sendirinya ? Karena tak mungkin sesuatu dapat terjadi dengan sendirinya, tetapi pasti ada yang menjadikan atau menciptakan dan menyebabkan tercipta. Dialah Allah yang menciptakan alam semesta beserta isinya. Sudahkah kita yakin bahwa Allah bukan hanya menciptakan alam dan isinya saja ? Tetapi Allah juga yang mengatur seluruhnya. Allah pula yang memutar bumi dan bulan, menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan kejadian-kejadian lainnya. Sudahkah kita yakin pula bahwa Allah tidak hanya mencipta dan mengatur alam raya ini ? Tetapi Allah juga melindunginya. Tanpa perlindungan dari Allah, alam raya ini takkan mungkin bertahan sampai berjuta abad sebagai yang kita saksikan sampai sekarang ini. Tanpa perlindungan Allah tak akan mungkin ada kehidupan di permukaan bumi ini. Bagi seorang hamba yang yakin dan sadar sesadar-sadarnya bahwa Allah ada sebagai sang Pencipta, yang Maha Menga...

Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Pada Anak

Anak adalah karunia paling berharga yang diamanahkan Allah SWT kepada para orang tua. Kehadirannya akan menjadi dambaan dari setiap para orang tua, sebab anak merupakan buah hati dari kasih sayang terjalin antara dua insan. Maka sangat wajar jika para orang tua menginginkan anaknya menjadi orang yang sukses dan bermanfa’at kepada keluarga dan bangsa. Melalui pola asuh dan didikan yang didapatkan anak sejak usia dini, tidak dapat dipungkiri kita sering mendengar pepatah yang mengatakan "Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya". Diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Hurairah R.A.: Rasululloh SAW bersabda, “tidaklah seorang anak dilahirkan melainkan dilahirkan atas fitrah. Namun, kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi. Seperti seekor hewan yang melahirkan anak yang lengkap (tidak cacat), apakah dapat kalian temukan ada di antara kalian keturunan yang cacat?”. Pada hakikatnya, anak yang dilahirkan ke muka bumi ini dalam keadaan fitrah. Namun bagai...

Hijrah Fikriyah

Hijrah fikriyah adalah wujud dari ajaran nabi Muhammad tentang anjuran berhijrah, agar umat islam bisa meninggikan tarap pemikiran yang tinggi yang didasari dengan aqidah yang benar. Pemikiran yang bersumber dari aqidah islam merupakan pemikiran yang hakiki. Sesungguhnya inilah yang disebut dengan hijrah fikriyah, hijrah dalam rangka menuju kecerdasan umat yang kuat dan tangguh . Di era globalisasi yang semakin ini, mungkin kita bisa melihat sendiri, generasi sekarang ini s emakin tergantung kepada internet dan medsos sebagai pencarian informasi. Berbagai info yang didapatkan, memerlukan daya serap tinggi dalam keilmuan seseorang. Disinilah p entingnya hijrah fikriyah, agar dalam memikirkan tentang pandangan hidup secara bebas bisa dipahami dengan benar, termasuk dalam mengelola berita atau pemberi informasi kepada Publik, tidak menggunakan internet atau medsos atau media apapun sebagai media kejahatan. Tentu dengan adanya hijrah fikriyah, maka kemajuan tarap pemikiran manus...