Padahal Masjid adalah satu-satunya rumah Allah di muka bumi ini, di
dalamnya terdapat sekumpulan manusia yang yang ingin mendekatkan diri kepada
Allah SWT.
Namun dalam sebuah video yang pernah saya tonton, kiriman dari teman saya melalui WhatsApp. Saya yakin, para sobat pasti sebagian udah pernah nonton, sebab penontonnya sampai saat ini sudah melebihi 2 juta orang lho. Video tersebut berisi tentang seorang yang lagi mengumandangkan azan berkali-kali, namun jama'ah tak kunjung datang ke Masjid. Ada yang sibuk main gadget, bekerja, ngobrol dan lain sebagainya, sehingga mereka tidak peduli dengan panggilan azan yang sudah berkali-kali dikumandangkan. Karena azan tak lagi terpengaruh untuk mengajak masyarakat ke Mesjid. Lalu sang muazzin menggantikan azan dengan menyanyi.
Namun dalam sebuah video yang pernah saya tonton, kiriman dari teman saya melalui WhatsApp. Saya yakin, para sobat pasti sebagian udah pernah nonton, sebab penontonnya sampai saat ini sudah melebihi 2 juta orang lho. Video tersebut berisi tentang seorang yang lagi mengumandangkan azan berkali-kali, namun jama'ah tak kunjung datang ke Masjid. Ada yang sibuk main gadget, bekerja, ngobrol dan lain sebagainya, sehingga mereka tidak peduli dengan panggilan azan yang sudah berkali-kali dikumandangkan. Karena azan tak lagi terpengaruh untuk mengajak masyarakat ke Mesjid. Lalu sang muazzin menggantikan azan dengan menyanyi.
Tak lama kemudian, wargapun berbondong-bondong datang ke Masjid
menciduk sang muazzin.
"Kamu sudah gila ya?"
"Siapa
yang gila, orang lagi azan ga' datang ke Masjid, giliran nyanyi semua datang ke
Masjid."
Mendengar jawaban sang muazzin, para wargapun terdiam karena baru sadar
bahwa selama ini mereka telah melakukan kesalahan.
Terlepas dari keabsahan video tersebut, paling tidak kita juga bisa sadar,
terkadang karena banyaknya aktifitas, hingga kita tidak lagi menghiraukan suara
azan.
Jika kita melihat pada kalangan anak zaman now yang semakin akrab dengan
gadget, menuntut kita semua ummat Islam untuk terus melakukan pembaruan terkait
dengan mencintai budaya Islam.
Kita ketahui bersama bahwa masa anak-anak adalah masa keemasan, disitulah
ia menggali potensi dirinya, dan masa itu juga sangat menentukan kebaikan
ataupun keburukan seorang anak. Tapi yakinlah pada jiwa seorang anak terdapat
fitrah kebaikan yang apabila para orang tua terus memberikan pengajaran yang
baik, maka jiwanya pun pasti merasa terpanggil untuk melakukan
kebaikan-kebaikan.
Anak adalah bintang yang akan terus tampak dan tak pernah redup ketika
dinasehati, dibimbing, diarahkan oleh hati yang lembut dari para orang tua
hebat. Memang dalam mendidik anak tidaklah mudah, memerlukan perjuangan berat,
terlebih dalam mengajarkan dasar-dasar agama dan batasan-batasan syari'at agar
mereka mengerjakannya dengan baik."
Apalagi berhadapan dengan anak zaman now. Kehidupannya hampir tidak ada batasan dengan kemajuan dan tekhnologi, tentu tugas para orang tua akan semakin berat dan menantang. Namun untuk menggapai sebuah bintang, para orang tua harus kerja super ekstra untuk memberikan pendidikan terbaik untuk anaknya masing-masing.
Di antara jawaban sekaligus solusi terpenting untuk memberikan pengajaran yang terbaik kepada anak adalah melalui Masjid. Sebab Masjid adalah budaya Islam yang harus kita wujudkan melalui ilmu pengetahuan. Jadi apabila para orang tua yang berhasil mengajak anaknya ke Masjid, dengan sendiri ia akan belajar hidup secara islami, cuci kaki, berwuduk, tenang dan berkumpul dengan orang-orang soleh.
Apalagi berhadapan dengan anak zaman now. Kehidupannya hampir tidak ada batasan dengan kemajuan dan tekhnologi, tentu tugas para orang tua akan semakin berat dan menantang. Namun untuk menggapai sebuah bintang, para orang tua harus kerja super ekstra untuk memberikan pendidikan terbaik untuk anaknya masing-masing.
Di antara jawaban sekaligus solusi terpenting untuk memberikan pengajaran yang terbaik kepada anak adalah melalui Masjid. Sebab Masjid adalah budaya Islam yang harus kita wujudkan melalui ilmu pengetahuan. Jadi apabila para orang tua yang berhasil mengajak anaknya ke Masjid, dengan sendiri ia akan belajar hidup secara islami, cuci kaki, berwuduk, tenang dan berkumpul dengan orang-orang soleh.
As-Syaikh Anwar Al-Kasymiri dalam bukunya DR Muhammad Nur Abdul Hafizh
Suwaid yang berjudul Prophetic Parenting Cara Nabi Mendidik Anak pernah
mengatakan, "Masjid yang telah meluluskan anak-anak para sahabat dan
salafus saleh, dapat juga meluluskan yang seperti mereka apabila para bapak dan
ibu mengarahkan anak-anak mereka untuk ke Masjid dengan anjuran bukan dengan
ancaman, dengan pujian bukan dengan caci maki, dan dengan dorongan bukan dengan
celaan."
Peran orang tua untuk mengajak anak ke Masjid tidak hanya bermanfa'at bagi
anak itu sendiri, tetapi lebih bermanfa'at untuk dirinya sendiri. Sebab dengan
mengajak anak ke Masjid itu menandakan bahwa antara orang tua dan anak bisa
kerja sama dalam beribadah. Tentu dengan menyuruh anak ke Masjid, kita juga
akan ke Masjid, kan? Kawab iya dong! Kalau ga' gimana kita bisa memastikan anak
ke Masjid atau ke tempat lain.
Ada banyak persoalan sebenarnya yang membuat anak malas ke Masjid. Pertama, karena sejak kecil anak telah
didoktrin "Masjid bukan tempat main", sehingga mereka lebih banyak
bermain di luar Masjid seperti time zone, PS, warnet dan lain-lain.
Kedua, Anak tidak menemukan jati dirinya di
Masjid, karena Masjid hanya dijadikan sebagai tempat ibadah dan tempat
mensolatkan jenajah.
Ketiga, Di Masjid hanya membicarakan
tentang dosa, neraka yang membuat anak takut.
Dan masih banyak lagi sebenarnya yang menyebabkan anak malas ke Masjid. Tetapi yang terpenting adalah peran orang tua untuk memberikan kesadaran bagi anak, agar anak tergantung hatinya ke Masjid. Jika sejak kecil, anak tidak terbiasa pergi ke Masjid, kita khawatir kelak dia dewasa, tidak akan terbiasa dengan suasana Masjid. Nah ketika tidak terbiasa dengan suasana Masjid, itu sama halnya tidak mengenal budaya Islam yang sesungguhnya.
Dan masih banyak lagi sebenarnya yang menyebabkan anak malas ke Masjid. Tetapi yang terpenting adalah peran orang tua untuk memberikan kesadaran bagi anak, agar anak tergantung hatinya ke Masjid. Jika sejak kecil, anak tidak terbiasa pergi ke Masjid, kita khawatir kelak dia dewasa, tidak akan terbiasa dengan suasana Masjid. Nah ketika tidak terbiasa dengan suasana Masjid, itu sama halnya tidak mengenal budaya Islam yang sesungguhnya.
Hal ini akan menjadi tugas dan
tanggung jawab berat bagi kita semua ummat Islam, agar memfungsikan Masjid
tidak hanya sebagain tempat solat, tetapi bisa menjadi pusat peradaban menuju
kemajuan generasi muslim ke depan.
Komentar
Posting Komentar