Setelah seorang mengakui dirinya sebagai muslim, maka langkah selanjutnya adalah memahami dan meyakini sepenuhnya rukun iman yang enam, yaitu beriman kepada Allah SWT, iman kepada malaikat-Nya, Iman kepada kitab-Nya, iman kepada para Rasul-Nya, iman kepada hari kiamat, iman kepada qodha' dan qodhar yang baik maupun yang buruk. Masalah aqidah adalah hal yang sangat penting dalam beragama, terutama sebagai orang tua dan para calon orang tua, tentu hal ini akan menjadi suatu keunikan yang sangat membingungkan. Sebab masalah aqidah adalah masalah ghaib yang harus kita pahamkan kepada anak. Bagaimana bisa mereka cepat dalam paham dengan hal itu. Namun, mau tidak mau ini adalah pekerjaan wajib bagi para orang tua untuk bisa menghantarkan anak kepada Rabb-Nya. Yakinlah pekerjaan ini adalah pekerjaan yang cukup mudah, apabila anak sejak dini sudah diperkenalkan agama yang selalu membawa kebaikan seperti kebiasaan mengucapkan salam, baca al-qur'an, shalat, puasa dan lain sebagainya. Dengan tekad yang kuat untuk mendidik tauhid anak, pasti kita akan diberi petunjuk oleh Allah SWT kekuatan-kekuatan, sehingga tidak terjadi kelemahan iman pada anak-anak kita. Mengapa terjadi kelemahan iman pada anak? Ini sebenarnya pertanyaan sulit yang memerlukan jawaban, sekaligus membutuhkan cara untuk mengatasinya.
Menanamkan ilmu tauhid kepada anak zaman now memang sudah menjadi satu kebutuhan yang sangat mendesak saat ini, terlebih dengan banyaknya budaya asing yang terus menggerogoti setiap perjalanan jaman ini, begitu juga aliran-aliran keagamaan yang mengatas namakan Islam. Hal ini akan sangat membingungkan, terutama bagi anak-anak yang tidak mengenal dasar-dasar Agama Islam. Banyak hal yang menjadi penyebab kelemahan Iman seseorang. Jika tidak dari sekarang ditanamkan aqidah yang benar kepada generasi penerus bangsa ini, maka kelak mereka tidak mempunyai dasar-dasar islam, sehingga mudah saja dipengaruhi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dalam ajaran Islam.
Apalagi ilmu Tauhid adalah benteng pertahanan ummat Islam dalam mengawali hidup dan kehidupan ini. Kemudian anak yang menjadi dambaan setiap orang tua, sejak dini harus ditanamkan ilmu tauhid, agar kelak menjadi orang yang bermanfa’at bagi agama. pendidikan anak tidak hanya sejak dalam kandungan, tetapi sampai beranjak sewasa akan menjadi kewajiban orang tua, terlebih dalam urusan aqidah atau keimanan.
Terlebih usia anak yang sedang dalam perkembangan, iman harus secepatnya ditanamkan pada kepribadiannya, agar terus bersinar dalam kehidupan. Di era tekhnologi yang semakin maju ini, mendidik anak dengan ilmu tauhid sangatlah penting dan tidak bisa ditunda, terlebih zaman kekinian, anak selalu berhadapan dengan informasi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai islam.
Islam adalah agama aqidah yang harus ditanamkan pada jiwa setiap manusia, terutama dalam mendasari pendidikan anak, hendaknya ilmu tauhid pada jiwa generasi ummat Islam, mampu memancarkan cahaya yang menerangi setiap jalan untuk menghadapi zaman yang penuh cobaan ini, karena agama Islam tidak pernah mundur selagi masih didasari dengan aqidah yang mantap, bahkan akan mewujudkan kekuatan yang luar biasa yang tak pernah kita duga. Contoh pada saat terjadinya perang badar, pasukan umat islam hanya berjumlah tiga ratusan melawan pasukan kafir Qurays kurang lebih seribu orang, jumlah yang sedikit dibandingkan kafir qurays, tetapi tetap saja perang itu dimenangkan oleh umat Islam.
Yakinlah, ummat Islam tidak akan pernah bangkit, kecuali dengan keimanannya, karena keimananlah yang akan menyatukan ummat Islam dan sebagai modal utama dalam menempuh kehidupan ini. Generasi ummat Islam saat ini penting untuk ditanamkan aqidah yang kokoh dalam rangka membendung derasnya budaya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam. jika hal ini tidak segera ditanamkan pada generasi ummat sekarang, maka kedepan ummat Islam akan menghadapi segala kisruh yang memecahkan persatuan ummat Islam yang berujung kepada kemunduran-kemunduran yang mengakibatkan ummat Islam itu semu.
Hijrah fikriyah adalah wujud dari ajaran nabi Muhammad tentang anjuran berhijrah, agar umat islam bisa meninggikan tarap pemikiran yang tinggi yang didasari dengan aqidah yang benar. Pemikiran yang bersumber dari aqidah islam merupakan pemikiran yang hakiki. Sesungguhnya inilah yang disebut dengan hijrah fikriyah, hijrah dalam rangka menuju kecerdasan umat yang kuat dan tangguh . Di era globalisasi yang semakin ini, mungkin kita bisa melihat sendiri, generasi sekarang ini s emakin tergantung kepada internet dan medsos sebagai pencarian informasi. Berbagai info yang didapatkan, memerlukan daya serap tinggi dalam keilmuan seseorang. Disinilah p entingnya hijrah fikriyah, agar dalam memikirkan tentang pandangan hidup secara bebas bisa dipahami dengan benar, termasuk dalam mengelola berita atau pemberi informasi kepada Publik, tidak menggunakan internet atau medsos atau media apapun sebagai media kejahatan. Tentu dengan adanya hijrah fikriyah, maka kemajuan tarap pemikiran manus...
👍👍👍👍
BalasHapus