Langsung ke konten utama

Mengapa Harus Galau


Galau itu apa ya? sedih, kecewa, putus asa atau apapun istilahnya, yang jelas galau jangan sampai melekat pada jiwa kita semua.

Terutama untuk para pemuda, jangan sampai galau karena sesuatu hal yang tidak penting, misalnya galau karena pacar, putus cinta, pacar selingkuh, ataupun karena masalah jomblo dan lain-lain. Jika kebanyakan pemuda di negeri ini galau, maka apa lagi yang bisa kita harapkan dari ideologi mereka yang sudah hampir kosong. Sebab kegalauan hanya akan membawa kesedihan, kekecewaan yang lebih patal lagi adalah kesengsaraan.

Yakinlah sobat, jika galau terus kita pelihara, maka akan datang lagi tumpukan masalah mengintai anda, sebab perjalanan kehidupan ini akan terus bertambah jauh, jauh dan makin jauh. 

Galau sebenarnya tidak pernah mengenal usia, siapapun bisa terjangkit penyakit galau. Termasuk manusia yang memilik tarap pemikiran dan intelektual yang tinggi. Sebab galau juga akan menjadi tantangan tersendiri untuk hidup lebih optimis dan percaya diri. Fenomena galau ini seperti menjadi trend dalam kehidupan kita, baik dari kalangan remaja maupun kalangan orang tua. Tapi ingat kondisi galau ini tidak hanya berkaitan tentang asmara atau cinta, namun menyangkut kepada seluruh aspek kehidupan manusia. Namun, yang harus kita waspadai adalahn ketika kita sudah mengalami fase galau tingkat tinggi, dalam hal ini mungkin memerlukan solusi khusus dalam pemecahannya.

Galau tidak boleh lama-lama, galau tidak boleh dipelihara terlalu lama, sebab sebagai manusia pastinya akan menemukan berbagai deretan kegalauan yang semakin beragam. Secepatnya harus dicari solusinya. Sebab jika tidak, justru akan memperkukung diri dalam kejenuhan. Sering kita lihat status di facebook, instagram, twitter dan berbagai media sosial lainya, terutama pada kalangan remaja yang sering berkeluh kesah dengan keadaan, baik dalam urusan pribadi mapun urusan keluarga, bahkan hampir tidak ada batas keluhan yang diupdute dalam media sosial seperti galau tidak pernah sukses, tidak pernah kaya, tidak pernah senang, tidak pernah berperesatasi dan lain sebagainya. Tentu keadaan seperti ini akan membahawa dampak negatif pada diri kita, sebab keadaan itu akan terus tertanam dalam jiwa, bahkan akan mendarah daging pada prilaku yang terus murung dan tak berdaya.

Jika kita coba lihat dari sisi nilai Islam, galau sama halnya dengan putus asa. Sebagai muslim sejati, tentu kita tidak boleh berputus asa atas rahmat Allah SWT. Yang jelas, kita harus berpikir positif terhadap segala pemberian Allah, baik berupa kebahagiaan maupun kesedihan, Karena menurut ajaran agama Islam, bahwa orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah hanya adalah orang yang kafir dan tidak meyakini kekuasaan Allah.

Firman Allah dalam Al-Qur’an: Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.”(Q.S. Yusuf : 87)

Islam adalah agama yang penuh rahmat dan kasih sayang, lazimnya umat Islam meyakini sepenuhnya, dengan cara berusaha dan berdoa. Namun, apabila usaha dan doa belum dikabulkan oleh Allah SWT, bukan berarti Allah tidak sayang, karena Allah hanya memberikan kepada apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Kalau saat ini, rezeki belum berpihak, mungkin, esok, lusa dan seterusnya, akan diberikan Allah kemudahan-kemudahan.

Maka Ummat Islam yang benar-benar beriman tidak ada waktu untuk berputus asa, sebab berputus asa dari rahmat Allah dan merasa jauh dari rahmat-Nya merupakan dosa besar.  Bahkan Kewajiban seorang manusia adalah selalu berbaik sangka  terhadap Rabb-nya. Jika dia meminta kepada Allah, maka dia selalu berprasangka baik bahwa Allah akan mengabulkan permintaannya. Jika dia beribadah sesuai dengan syariat, dia selalu optimis bahwa amalannya akan diterima. Sebab apapun yang diminta kepada Allah SWT, pasti akan diberikan oleh Allah SWT. Namun yang kita pahami disini adalah Allah Maha adil kepada siapapun. Jika permintaan kita belum dikabulkan oleh Allah SWT, kita tidak boleh berprasangka buruk, terus optimis, berdoa’ dan berusaha, semoga diberi kemudahan untuk saudara-saudaraku yang sedang dilanda masalah saat ini. Aamiin Yaa Rabbal A’lamin.

Apabila galau sudah sampai pada puncaknya, solusi terakhir adalah dengan beribadah dan terus mengingat Allah SWT, sebab dengan mengingat-Nya,  tentu akan mendapatkan ketenangan jiwa dan pikiran. Beribadah inilah yang hampir sebagian besar orang lakukan saat mengalami masa galau dengan curhat kepada Sang Pencipta, meminta petunjuk atas masalah yang sedang dihadapi, dan memohon untuk diberikan yang terbaik untuk solusi dalam mengatasi kegalauan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hijrah Fikriyah

Hijrah fikriyah adalah wujud dari ajaran nabi Muhammad tentang anjuran berhijrah, agar umat islam bisa meninggikan tarap pemikiran yang tinggi yang didasari dengan aqidah yang benar. Pemikiran yang bersumber dari aqidah islam merupakan pemikiran yang hakiki. Sesungguhnya inilah yang disebut dengan hijrah fikriyah, hijrah dalam rangka menuju kecerdasan umat yang kuat dan tangguh . Di era globalisasi yang semakin ini, mungkin kita bisa melihat sendiri, generasi sekarang ini s emakin tergantung kepada internet dan medsos sebagai pencarian informasi. Berbagai info yang didapatkan, memerlukan daya serap tinggi dalam keilmuan seseorang. Disinilah p entingnya hijrah fikriyah, agar dalam memikirkan tentang pandangan hidup secara bebas bisa dipahami dengan benar, termasuk dalam mengelola berita atau pemberi informasi kepada Publik, tidak menggunakan internet atau medsos atau media apapun sebagai media kejahatan. Tentu dengan adanya hijrah fikriyah, maka kemajuan tarap pemikiran manus...

Syahadat dan Shalat

Syahadat merupakan rukun Islam pertama sekaligus tanda keislaman seseorang, belum bisa dikatakan seseorang itu muslim apabila belum mengucapkan syahadat. Lebih dari itu, syahadat merupakan aqidah yang menjadi pokok keimanan yang mendorong manusia untuk melaksanakan solat yang menjadi kewajiban umat Islam. Dua ibadah ini sering kali terlupakan oleh kita. hal yang sangat mendasar sekali, namun apabila salah satunya tertinggal, maka keislaman seseorang belum sempurna. Syahadat adalah pondasi agama dan solat sebagai tiang agama, jika kita ibaratkan satu bangunan, apabila pondasi dari bangunan tidak kuat maka bangunannya pasti akan roboh, begitu juga sebaliknya, walaupun pondasi bangunan sudah kuat, jika tidak ada tiang, bangunan tersebut tidak akan bisa berdiri. Begitu juga solat, antara syahadat dan Solat merupakan satu kesatuan untuk membangun keislaman seseorang. Kandungan dalam Suroh Al-Kafirun ayat 1 sampai 6 menunjukkan tidak ada toleransi dalam bidang keimanan dan peribada...

Mengapa Anak Penting Menuntut Ilmu

Sabat, tentu dengan segala perkembangan ilmu pengetahuan saat ini membutuhkan para intelektual muslim untuk bisa mengimbangi derasnya arus informasi yang sangat sulit untuk di tebak. Disinilah pentingnya sebagai orang tua dan calon orang tua, agar memberikan pemahaman kepada anak tentang pentingnya menuntut ilmu, sekaligus memberikan pencerahan tentang ilmu yang tidak hanya bermanfa'at di dunia tetapi juga penting menuju akhirat. Islam telah menempatkan level tertinggi kepada orang yang berilmu, sebab dengan ilmulah manusia bisa menggapai apapun yang ia inginkan. Ilmu adalah cahaya yang akan menerangi setiap perjalanan kehidupan, baik kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat.  Apalagi kalau kita coba melihat dari sudut pandangan Islam, setiap amal atau ibadah hanya bisa dulakukan dengan ilmu, ketika hendak mengerjakan shalat, seseorang harus mengetahui syarat dan rukun sahnya shalat, karena bila seseorang beribadah tanpa mengetahui ilmunya, maka amal orang tersebut akan ...