Sudahkah kita yakin sepenuhnya bahwa alam yang
maha luas dan besar ini bukanlah terjadi dengan sendirinya ? Karena tak mungkin
sesuatu dapat terjadi dengan sendirinya, tetapi pasti ada yang menjadikan atau
menciptakan dan menyebabkan tercipta. Dialah Allah yang menciptakan alam semesta
beserta isinya. Sudahkah kita yakin bahwa Allah bukan hanya menciptakan alam
dan isinya saja ? Tetapi Allah juga yang mengatur seluruhnya. Allah pula yang
memutar bumi dan bulan, menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan
kejadian-kejadian lainnya. Sudahkah kita yakin pula bahwa Allah tidak hanya
mencipta dan mengatur alam raya ini ? Tetapi Allah juga melindunginya. Tanpa
perlindungan dari Allah, alam raya ini takkan mungkin bertahan sampai berjuta
abad sebagai yang kita saksikan sampai sekarang ini. Tanpa perlindungan Allah
tak akan mungkin ada kehidupan di permukaan bumi ini.
Bagi seorang hamba yang yakin dan sadar
sesadar-sadarnya bahwa Allah ada sebagai sang Pencipta, yang Maha Mengatur dan
sang Pelindung, pastinya akan selalu birdzikir kepada Allah SWT , selalu
memanjatkan doa dan selalu bertawakal dengan seluruh jiwa dan raga hanya kepada
Allah untuk minta pertolongan demi pertolongan, perlindungan demi perlindungan.
Dan seorang hamba yang yakin dan sadar sesadar-sadarnya bahwa selalu ada Allah
di setiap langkahnya, Allah yang selalu mengawasi, Allah yang selalu mengurus
makhluk-Nya dan Allah yang tidak tidur, akan merasakan tentram, damai dan
bahagia dalam menjalani kehidupan dunia yang hanya sementara.
Dalam
surat Al Baqarah ayat 255, “Allah, tidak
ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus
menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya
apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah
tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang
mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang
dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa
berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”. Sungguh keteguhan, keyakinan dan kesadaran
yang sangat besar jika seorang hamba senantiasa berserah diri, selalu bertobat
dan memohon ampunan kepada Allah siang-malam, pagi-petang, dengan tak
putus-putus sampai hati kiamat atau sampai mati.
Selalu
Mengingat Allah SWT adalah bukti keimanan kita kepada Allah yang maha kuasa,
dengan memperbanyak mengingat-Nya, maka Allah akan selalu mengingatnya, tentu
dengan segala perhatian yang penuh dengan kasih sayangnya Allah sebagai yang
maha cinta, kasih dan memiliki keagungan untuk memberi pertolongkan kepada
siapa pun yang Ia kehendaki. Zikir adalah sarana membangun cinta dengan Allah.
Apabila terjalin kemesraan dengan Allah SWT, karena hambanya selalu
mengingat-Nya, pada gilirannya akan mendapat perlindungan dari Allah SWT yang
berujung kepada ketenangan jiwa.
Maka
sebagai orang yang beriman, teruslah untuk berzikir kepada Allah SWT dimanapun,
bagaimanapun keadaan kita, karena manusia tidak pernah luput dari pantauan dari
kekuasaan Allah SWT. Desiran kalimat takbir, tahmid dan tasbih yang tertancap
dan sudah mendarah daging dalam diri manusia, maka akan menjadi benteng
pertahanan yang kuat untuk menghadapi berbagai persoalan dunia yang kian
membelenggu saat ini. Apabila kita telah yakin dengan kekuatan zikir, maka kita
akan paham, bahwa manusia selaku hamba Allah SWT memiliki beban yang mutlaq,
hidup semata-mata hanya untuk mengingat Allah SWT.
Dengan
selalu berzikir kepada Allah SWT, ucapan manusia akan terus mengeluarkan
nama-nama Allah, sehingga dalam setiap hembusan nafasnya mengandung nilai-nilai
Islam, contohnya saja pada saat memulai pekerjaan dimulai dengan bismillah,
pada saat mendapat nikmat kita ucapkan alhamdulillah, pada saat orang lain
berdo’a untuk kebaikan, maka kita ucapkan Aamiin, pada saat bertemu diucapkan
salam dan lain sebagainya. Jadi dengan mengucapkan kalimat-kalimat yang
mengandung nilai Islam, maka semua ucapan kita akan bernilai zikir, karena
selalu mengingat Allah SWT, sehingga semua aktifitas dalam kehidupan kita
bernilai ibadah. Tentu dengan aktifitas zikir yang berkesinambungan, akan
berbuah kehidupan yang penuh dengan keberkahan, karena Allah SWT akan terus
mengingat orang-orang yang mengingat-Nya. Dan dengan kekuatan zikir itu juga,
Ummat Islam akan menyatu, karena disatukan oleh aqidah yang kokoh, pada
akhirnya nanti, kekuatan zikir itu juga mampu untuk mengubah dunia, karena
setiap tindakan yang disertai dengan zikir kepada Allah SWT memiliki kekuatan
yang dahsyat, karena sudah bercampur dengan pengawasan dan kekuasaan Allah SWT.
Apabila zikir terus terpatri dalam jiwa kita,
maka akan membawa kepada suasana yang nyaman, dan kenyamanan itu tidak ada
batasnya, sepanjang zikir menyertai hati kita, hati akan terus terjaga dari
segala penyimpangan prilaku yang tidak sesuai dengan fitrahnya manusia. Diantara bukti cinta manusia kepada Allah adalah
kemauannya yang tulus untuk selalu menghadirkan-Nya lewat ucapan (dzikir)
maupun lewat tindakan dengan mengikuti perintahNya. Firman Allah dalam
Al-Qur’an: “Hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram”. (QS.
Al-Ra’d : 28). Tindakan dari orang yang beriman untuk mengikuti perintah-Nya
akan mendekatkan seseorang kepada Tuhannya, mendapatkan ridho-Nya, serta
dijanjikan ketenangan jiwa. Jadi, jangan biarkan hatimu hampa dari dzikir
kepada Allah meski sedang ”hampa” karena kehilangan kekasih atau pujaan hati.
Dzikir kepada Allah akan membantumu meringankan beban kehilangan tersebut,
karena masih ada Dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang yang mencintaimu setiap saat,
baik sebagai muslim yang beriman maupun
sebagai manusia. Zikir merupakan pintu utama menuju Allah, zikir
akan senantiasa terbuka lebar. Pintu ini selalu terbuka selama tidak terkunci
oleh kelalaian orang yang bersangkutan, maka temukanlah kenyamanan hidup dengan
zikir dengan mengingat Allah SWT, dimanapun kita berada.
Komentar
Posting Komentar