Langsung ke konten utama

Menjemput Hidayah


Anugrah yang paling berharga adalah hidayah, yang diberikan oleh Allah SWT kepada manusia yang dikehendaki-Nya. Sebagai seorang hamba, lazimnya kita terus berupaya untuk selalu menjemput hidayah kepada Allah, sebab nasib manusia tidak akan berubah kecuali dengan usahanya sendiri.

firman Allah dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang pada diri mereka”. ( Q.S Ar-Ra’d /13: 11).

            Manusia sebagai makhluk yang paling mulia di muka bumi ini, memiliki potensi untuk terus berupaya menjemput hidayah dari Allah SWT. Potensi akal, perasaan dan seluruh yang ada dalam diri manusia, sesungguhnya memiliki hubungan yang sangat erat sekali dengan fitrahnya manusia yang suci. Tergantung kepada tingkat kesadaran manusia, jika memiliki niat yang kuat untuk mendapatkan hidayah dari Allah SWT serta mengerahkan segala kemampuan yang ada dalam dirinya, sungguhnya Allah maha adil dan maha memberi.

“ Dan demikianlah kami telah menurunkan Al-Qur’an yang merupakan ayat-ayat yang nyata, dan bahwa sanya Allah memberikan petunjuk kepada siapa yang ia kehendaki”. ( Q.S Al-Hajj/22: 16).

            Memang, untuk mendapatkan hidayah dari Allah SWT bukanlah hal yang mudah, butuh perjuangan yang berat. Lazimnya seorang muslim yang beriman, tidak pernah berhenti berusaha untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, karena semakin dekatnya manusia kepada Allah, kemungkinan besar akan terbuka pintu hidayah yang telah disediakan oleh Allah SWT kepada yang Ia kehendaki. Dan layaknya manusia yang ditaqdirkan sebagai hamba yang harus ta’at kepada Allah SWT, maka kita harus terus berikhtiyar menjadi manusia terbaik disi-Nya, sehingga Allah meridhoi kehidupan kita, baik di dunia maupun di Akhirat.

            Apa saja yang menjadi milik kita di muka bumi ini, baik itu harta, kedudukan, anak dan istri dan lain sebagainya, seyogianya diserahkan kepada Allah SWT. Dengan sifat tawadhu’ dan doa, semoga mendapatkan hidayah yang sangat berharga dari Allah SWT. Lebih dari itu, seorang muslim yang beriman, hendaknya tidak pernah berhenti untuk mencari jalan mendapatkan keridhoan Allah SWT, karena banyak jalan yang disediakan oleh Allah SWT menuju hidayahnya. kalau saat ini kita belum mendapatkan hidayah-Nya, mungkin esok, lusa dan seterusnya, dengan ikhtiyar yang kuat dan tidak pernah bosan, mudah-mudahan Allah SWT akan membuka pintu hidayah-Nya.

            Hal yang paling utama untuk mendapatkan hidayah dari Allah adalah ilmu tauhid atau ketuhanan. Pondasi keislaman yang kuat yang disertai dengan iman yang kokoh, seorang muslim akan lebih mendapat kesempatan terbaik untuk mendapatkan hidayah-Nya. Sesuai dengan catatan sejarah, yang paling pertama diajarkan di muka bumi ini adalah ilmu tauhid, bagaimana cara untuk meng-Esakan Allah SWT dengan tidak syirik atau menyekutukannya. Cukup berat perjuangan yang dihadapi oleh para utusan Allah ke muka bumi ini untuk mewujudkan ilmu tauhid, maka sangat wajar , jika para utusan Allah tersebut, mendapat hidayah yang tidak kita miliki sekarang.

            Banyak hal sebenarnya yang harus kita lakukan untuk mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Mulai dari solat, membaca Al-Qur’an, ber’amal soleh dan lain sebagainya, namun yang paling terpenting adalah bagaimana kita menyadari, bahwa posisi kita di muka bumi ini, hanya sebagai hamba yang wajib mengabdi kepada Allah SWT. Dengan kesadaran itu, tentunya akan menyadarkan kita untuk terus melakukan apa-apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan menjauhi larangannya.
Sebagaiman firman Allah dalam Al-Qur’an: “  Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”. (Q S Adz-Zaariyat: 56).

            Artinya tidak ada sedikit pun waktu manusia di muka bumi ini untuk melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT, walau pun hanya satu jam, satu menit bahkan satu detik pun, karena manusia sudah ditaqdirkan menjadi seorang hamba yang harus ta’at kepada Allah SWT. Maka dalam hal ini, manusia tidak terlepas dari keta’tan kita kepada Allah SWT. Karena dengan keta’tan itulah yang akan menjadikan manusia kembali kepada hal yang fitrah atau kesucian yang membawa dirinya kepada keridoan Allah SWT, dengan harapan yang begitu besar untuk mendapatkan hidayah-Nya.

            Kewajiban mengabdi atau beribadah kepada Allah AWT, buka berarti kita harus melaksanakan solat, zakat, puasa secara terus menerus, karena sesungguhnya ibadah, ada yang secara umum dan ada secara khusus. Secara khusus, Islam telah menentukan ibadah yang menjadi kewajiban umat Islam, namun secara khusus, dimana pun kita, bagaimana pun keadaan kita, wajib untuk mengingat Allah SWT. Dengan mengingat Allah, semoga terus terjaga dari hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT, sehingga kita mendapat derajat taqwa yang paling tinggi disis Allah SWT. Bahkan dengan berzikir kan membantu untuk mengobati hati yang gersang dan kosong, sejatinya zikir adalah obat hati manusia yang akan membawanya kepada hidayah Allah SWT.

            Sungguh Allah SWT telah banyak memberikan kemudahan untuk mendapatkan hidayah-Nya, tergantung kepada hamba-Nya. Jika seorang muslim benar-benar sadar, potensi yang diberikan oleh Allah pada diri manusia, sesungguhnya sudah tersedia. Allah telah memberi petunjuk kepada hamba-hambanya yang berpikir, dengan pikiran tersebut, lazimnya manusia bisa lebih mengnal fitrahnya yang sebenarnya. Melalui petunjuk utama yaitu Al-Qur’an dan Hadits, mudah-mudahan bisa menyelamatkan diri dari hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT. Dan pada akhirnya kita berserah diri kepada Allah sesuai dengan harapan seorang muslim dalam solatnya “ sesungguhnya solatku, ibadahku,hidupku dan matiku adalah untuk Allah , Tuhan penguasa alam. Semoga kita semua ummat Islam termasuk orang-orang yang mendapatkan hidayah dari Allah SWT, sehingga kita tidak termasuk orang-orang yang lalai dan merugi di muka bumi ini. Allohu Akbar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengisi Hati Dengan Zikir

Sudahkah kita yakin sepenuhnya bahwa alam yang maha luas dan besar ini bukanlah terjadi dengan sendirinya ? Karena tak mungkin sesuatu dapat terjadi dengan sendirinya, tetapi pasti ada yang menjadikan atau menciptakan dan menyebabkan tercipta. Dialah Allah yang menciptakan alam semesta beserta isinya. Sudahkah kita yakin bahwa Allah bukan hanya menciptakan alam dan isinya saja ? Tetapi Allah juga yang mengatur seluruhnya. Allah pula yang memutar bumi dan bulan, menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan kejadian-kejadian lainnya. Sudahkah kita yakin pula bahwa Allah tidak hanya mencipta dan mengatur alam raya ini ? Tetapi Allah juga melindunginya. Tanpa perlindungan dari Allah, alam raya ini takkan mungkin bertahan sampai berjuta abad sebagai yang kita saksikan sampai sekarang ini. Tanpa perlindungan Allah tak akan mungkin ada kehidupan di permukaan bumi ini. Bagi seorang hamba yang yakin dan sadar sesadar-sadarnya bahwa Allah ada sebagai sang Pencipta, yang Maha Menga...

Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Pada Anak

Anak adalah karunia paling berharga yang diamanahkan Allah SWT kepada para orang tua. Kehadirannya akan menjadi dambaan dari setiap para orang tua, sebab anak merupakan buah hati dari kasih sayang terjalin antara dua insan. Maka sangat wajar jika para orang tua menginginkan anaknya menjadi orang yang sukses dan bermanfa’at kepada keluarga dan bangsa. Melalui pola asuh dan didikan yang didapatkan anak sejak usia dini, tidak dapat dipungkiri kita sering mendengar pepatah yang mengatakan "Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya". Diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Hurairah R.A.: Rasululloh SAW bersabda, “tidaklah seorang anak dilahirkan melainkan dilahirkan atas fitrah. Namun, kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi. Seperti seekor hewan yang melahirkan anak yang lengkap (tidak cacat), apakah dapat kalian temukan ada di antara kalian keturunan yang cacat?”. Pada hakikatnya, anak yang dilahirkan ke muka bumi ini dalam keadaan fitrah. Namun bagai...

Hijrah Fikriyah

Hijrah fikriyah adalah wujud dari ajaran nabi Muhammad tentang anjuran berhijrah, agar umat islam bisa meninggikan tarap pemikiran yang tinggi yang didasari dengan aqidah yang benar. Pemikiran yang bersumber dari aqidah islam merupakan pemikiran yang hakiki. Sesungguhnya inilah yang disebut dengan hijrah fikriyah, hijrah dalam rangka menuju kecerdasan umat yang kuat dan tangguh . Di era globalisasi yang semakin ini, mungkin kita bisa melihat sendiri, generasi sekarang ini s emakin tergantung kepada internet dan medsos sebagai pencarian informasi. Berbagai info yang didapatkan, memerlukan daya serap tinggi dalam keilmuan seseorang. Disinilah p entingnya hijrah fikriyah, agar dalam memikirkan tentang pandangan hidup secara bebas bisa dipahami dengan benar, termasuk dalam mengelola berita atau pemberi informasi kepada Publik, tidak menggunakan internet atau medsos atau media apapun sebagai media kejahatan. Tentu dengan adanya hijrah fikriyah, maka kemajuan tarap pemikiran manus...