Langsung ke konten utama

Sejarah Harus Berulang


Al-Qur'an sebagai pedoman dalam mengarungi perjalanan kehidupan telah  memberi sebanyak signal untuk menjadikan sejarah sebagai bahan belajar, motivasi dan perbaikan diri menuju masa depan yang lebih cerah. Terlebih dalam menjalankan profesinya sebagai pendidik, baik sebagai guru, para mempelai sejati maupun yang akan menjadi calon mempelai, jadikanlah sejarah sebagai modal utama dalam mendidik.


Paling tidak ada tiga metode mendidik dengan sejarah. Pertama, ceritakan kisah-kisah para nabi, agar anak semakin cinta dan meneladani setiap perjuangan Rasululloh. 

Firman Allah dalam Al-Qur'an: "Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka (para Nabi ‘alaihis salamdan umat mereka) itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal (sehat). Al-Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, serta sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."(QS. Yusuf: 111).

Kedua, ajari anak baca Al-Qur'an dan memahami isinya, sebab di dalamnya terdapat banyak sejarah yang menggugah hati manusia untuk terus bertahan dalam keimanannya. 

 Ketiga, ajari anak dengan sejarah dengan cara membiasakannya dengan kebiasaan-kebiasaan lama yang mengarah kepada nilai-nilai Islam seperti membatasi penggunaan gadget, cara berpakaian yang islami, membiasakan mengucapkan salam, menabung dan lain-lain yang lebih mengarahkan anak untuk hidup lebih mandiri. 

Jika kita benar-benar mau menyadari dengan pentingnya sejarah, maka ingin sekali rasanya mengulang sejarah, agar  kejadian-kejadian yang terpenting itu bisa digali lebih dalam untuk dijadikan sebagai bahan evaluasi, sekaligus penggerak dalam setiap kejumudan yang ada. Penting sekali kita pahami, setiap kejadian yang diukir dalam sebuah sejarah adalah hal yang terpenting di antara kejadian lainnya.

 Mengulangi sejarah adalah salah satu upaya untuk menjadikan segala kejadian terpenting di negeri ini sebagai sumber motivasi dan inspirasi. Sejarah bukanlah hanya sekedar hafalan, tetapi lebih dari itu, dari sejarah kita bisa menatap masa depan. Memberi kesadaran bagi kita untuk belajar dari masa lalu agar bagaimana kita tahu bersikap pada zaman sekarang yang akan menentukan di masa yang akan datang.

 Jadi dengan sejarah, kita bisa melihat faktor keberhasilan dan kegagalan dalam meraih sebuah ujian. Maka kita tidak perlu gagal lagi, karena belajar dari kegagalan orang lain yang sudah tertulis dalam catatan sejarah. 

Jika kita lihat dari segi pengertian, sejarah dalam bahasa arab adalah “Syazarotun”, artinya pohon. Pohon yang biasanya tumbuh dari akar, secara terus menerus, pohon ini akan berkembang hingga membuahkan hasil yang memuaskan. Pohon ini bukan pohon sembarangan, lazimnya disebut sebagai pohon kehidupan. Ketika pohon ini mati, sepanjang pertumbuhannya akan selalu dikenang oleh banyak orang karena sangat bermanfaat bagi kehidupan.

 Begitulah sejarah, diartikan sebagai kejadian masa lampau yang berisi tentang kejadian masa lalu yang dianggap penting. Tidak mungkin dibuat dalam buku sejarah tentang kejadian yang kurang bermanfaat. Makna yang terkandung dalam kata “Syazarotun”, oleh para pakar sejarah, ingin menyampaikan kepada orang banyak, betapa pentingnya belajar SEJARAH.

Hakikat sejarah dalam bukunya Sartono Kartodirjo (1992) disebutkan, “Sejarah merupakan peristiwa yang penting dan dapat dijadikan momentum, karena mempunyai arti dalam menentukan kehidupan orang banyak.” Masa lalu bukan sekedar masa lalu, namun masa lalu yang dituliskan dalam sejarah, bisa memotifasi kita, untuk bangkit untuk melakukan perubahan. Bisa saja kita belajar dari kegagalan atau kegagalan orang lain pada masa lampau.

 Inti dari pembelajaran sejarah, sebenarnya sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yaitu melahirkan generasi yang cerdas, sehat, bermartabat serta mematuhi segala perintah dan menjauhi larangan Tuhan. Namun, sejarah lebih memfokuskan materinya, untuk kisah-kisah yang bermakna dan mendidik. Pentingnya belajar sejarah juga berguna untuk memotivasi generasi bangsa ini. Pantaslah Bung karno pernah mengatakan “Jangan sesekali melupakan sejara” (JAS MERAH).


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hijrah Fikriyah

Hijrah fikriyah adalah wujud dari ajaran nabi Muhammad tentang anjuran berhijrah, agar umat islam bisa meninggikan tarap pemikiran yang tinggi yang didasari dengan aqidah yang benar. Pemikiran yang bersumber dari aqidah islam merupakan pemikiran yang hakiki. Sesungguhnya inilah yang disebut dengan hijrah fikriyah, hijrah dalam rangka menuju kecerdasan umat yang kuat dan tangguh . Di era globalisasi yang semakin ini, mungkin kita bisa melihat sendiri, generasi sekarang ini s emakin tergantung kepada internet dan medsos sebagai pencarian informasi. Berbagai info yang didapatkan, memerlukan daya serap tinggi dalam keilmuan seseorang. Disinilah p entingnya hijrah fikriyah, agar dalam memikirkan tentang pandangan hidup secara bebas bisa dipahami dengan benar, termasuk dalam mengelola berita atau pemberi informasi kepada Publik, tidak menggunakan internet atau medsos atau media apapun sebagai media kejahatan. Tentu dengan adanya hijrah fikriyah, maka kemajuan tarap pemikiran manus...

Syahadat dan Shalat

Syahadat merupakan rukun Islam pertama sekaligus tanda keislaman seseorang, belum bisa dikatakan seseorang itu muslim apabila belum mengucapkan syahadat. Lebih dari itu, syahadat merupakan aqidah yang menjadi pokok keimanan yang mendorong manusia untuk melaksanakan solat yang menjadi kewajiban umat Islam. Dua ibadah ini sering kali terlupakan oleh kita. hal yang sangat mendasar sekali, namun apabila salah satunya tertinggal, maka keislaman seseorang belum sempurna. Syahadat adalah pondasi agama dan solat sebagai tiang agama, jika kita ibaratkan satu bangunan, apabila pondasi dari bangunan tidak kuat maka bangunannya pasti akan roboh, begitu juga sebaliknya, walaupun pondasi bangunan sudah kuat, jika tidak ada tiang, bangunan tersebut tidak akan bisa berdiri. Begitu juga solat, antara syahadat dan Solat merupakan satu kesatuan untuk membangun keislaman seseorang. Kandungan dalam Suroh Al-Kafirun ayat 1 sampai 6 menunjukkan tidak ada toleransi dalam bidang keimanan dan peribada...

Mengapa Anak Penting Menuntut Ilmu

Sabat, tentu dengan segala perkembangan ilmu pengetahuan saat ini membutuhkan para intelektual muslim untuk bisa mengimbangi derasnya arus informasi yang sangat sulit untuk di tebak. Disinilah pentingnya sebagai orang tua dan calon orang tua, agar memberikan pemahaman kepada anak tentang pentingnya menuntut ilmu, sekaligus memberikan pencerahan tentang ilmu yang tidak hanya bermanfa'at di dunia tetapi juga penting menuju akhirat. Islam telah menempatkan level tertinggi kepada orang yang berilmu, sebab dengan ilmulah manusia bisa menggapai apapun yang ia inginkan. Ilmu adalah cahaya yang akan menerangi setiap perjalanan kehidupan, baik kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat.  Apalagi kalau kita coba melihat dari sudut pandangan Islam, setiap amal atau ibadah hanya bisa dulakukan dengan ilmu, ketika hendak mengerjakan shalat, seseorang harus mengetahui syarat dan rukun sahnya shalat, karena bila seseorang beribadah tanpa mengetahui ilmunya, maka amal orang tersebut akan ...