Emang sih, di era millenial saat ini sudah tidak banyak lagi anak yang takut lewat kuburan, namun di beberapa daerah, terutama daerah pedalaman atau pedesaan, masih banyak kita temukan orang yang takut melewati kuburan, apalagi di tengah malam yang begitu sepi dan tidak ada orang yang lalu lalang.
Sobat, pernah ga merasakan hal yang seperti itu? Kalau saya sih pernah. Serasa ada aja yang mengikuti, takut, waswas dan tidak karuan. Yang lebih parah lagi, ada sebagian orang yang takutnya berlebihan, sebab terkontaminasi dengan cerita-cerita yang mengerikan tentang kuburan. kemudian tayangan televisi tentang kejadian-kejadian yang menakutkan seperti kuburan terbang, mayat yang bisa bangkit kembali. Tentunya, hal ini akan mengakibatkan generasi muda banyak yang takut kepada kuburan. Sungguh ini adalah sebuah ajaran yang sangat merusak mental anak-anak kita.
Bahkan perasaan takut itu bisa bertambah menjadi perasaan takut yang tidak beralasan, kalau-kalau orang yang mati itu hidup kembali. Padahal tidak mungkin orang yang sudah mati itu hidup kembali. Kalau pun kita melihat sosok yang menakutkan di sekitar kuburan, itu bukan manusia, melainkan jin. Keberadaan jin dan sejenisnya memang harus diakui, bahwa mereka memang benar-benar ada, namun ketika ada rasa yang takutnya berlebihan adalah pertanda dari lemahnya iman. Manusia seharusnya lebih berani dari pada jin, sebab manusia adalah makhluk yang paling mulia di muka bumi ini.
Kita semua pastinya tau dong, bahwa jin itu bisa berubah wujud, kadang berwujud seperti ular, sapi, burung, anjing, atau kucing hitam. Bahkan jin bisa menjelma menjadi manusia biasa. Namun ketika kita takut, maka jin akan semakin berani, sebaliknya jika kita berani, maka jin juga tidak akan berani. Apalagi ummat Islam yang memiliki kekokohan iman, tentu tidak akan takut kepada siapapun, kecuali kepada Allah SWT.
Firman Allah dalam al-qur'an: "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu setan-setan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya menyesatkan". ( Q.S. Al-A'raf: 201-202).
Ayat ini cukup jelas bagi kita, bahwa rasa waswas itu sebenarnya datang dari setan yang ingin mengganggu manusia, namun apabila kita kembalikan semuanya kepada Allah SWT, seketika itu juga akan mendapatkan pertolongan dari Allah SWT. Begitupun, rasa takut anak kepada kuburan dan kepada jin dan sejenisnya tetap saja harus memberikan perhatian khusus dari para orang tua dan termasuk para calon orang tua, agar kelak generasi muslim memiliki kekokohan iman. Anak harus terus dibimbing sejak dini, diarahkan menuju keimanan yang hakiki, tidak takut kepada kuburan, jin, dan sejenisnya, sebab bila ketakutan anak tetap terpelihara, tak hanya membentuk mental penakut pada diri anak, tetapi juga dapat mengurangi kesempurnaan aqidah yang sangat kita harapkan terbentuk pada diri sang anak.
Ada banyak cara yang harus kita lakukan untuk memberikan pemahaman kepada anak, agar tidak takut kuburan, salah satunya dengan mengajaknya untuk menziarahi orang-orang yang sudah meninggal, baik itu orang tua, kakek, nenek atau makam kerabat lain. Kemudia pada saat berada di kuburan sambil-sambil bersih-bersih. Mungkin kita bisa sisipkan menjelaskan tentang kuburan. Dan yang terpenting adalah memberikan pemahaman, agar kita selalu ingat suatu saat pasti akan mengalami kematian.
Kemudian terkait dengan anak penakut, tidak ada cara lain kecuali dengan mengajarkan ilmu tauhid kepada anak. kita mesti bisa memberikan pemahaman kepada anak, bahwa tidak ada yang lebih hebat dari pada Allah SWT. Jika kita tidak berhasil menanamkan keyakinan yang benar pada anak, selain mental keimanan yang lemah, mungkin juga akan mendekati kepada kekufuran.
Sabda Rasululloh SAW: Pada suatu hari saya pernah membonceng di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu beliau bersabda, “Wahai anak muda, sesungguhnya akan kuajarkan kepadamu beberapa kalimat. Jagalah Allah, niscaya Ia juga akan menjagamu. Jagalah Allah niscaya engkau akan mendapati-Nya ada di hadapanmu. Apabila engkau meminta sesuatu, mintalah kepada Allah. Jika engkau memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, andaikan saja umat seluruhnya berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu, mereka tidak akan bisa memberikan manfaat kepadamu kecuali sesuatu yang telah ditetapkan Allah untukmu. Dan andaikan saja mereka bersatu untuk menimpakan bahaya terhadapmu, mereka tidak akan bisa memberikan bahaya itu terhadapmu kecuali sesuatu yang Allah tetapkan atasmu. Pena telah diangkat dan lembar catatan telah kering.” (HR. Tirmidzi)
Hijrah fikriyah adalah wujud dari ajaran nabi Muhammad tentang anjuran berhijrah, agar umat islam bisa meninggikan tarap pemikiran yang tinggi yang didasari dengan aqidah yang benar. Pemikiran yang bersumber dari aqidah islam merupakan pemikiran yang hakiki. Sesungguhnya inilah yang disebut dengan hijrah fikriyah, hijrah dalam rangka menuju kecerdasan umat yang kuat dan tangguh . Di era globalisasi yang semakin ini, mungkin kita bisa melihat sendiri, generasi sekarang ini s emakin tergantung kepada internet dan medsos sebagai pencarian informasi. Berbagai info yang didapatkan, memerlukan daya serap tinggi dalam keilmuan seseorang. Disinilah p entingnya hijrah fikriyah, agar dalam memikirkan tentang pandangan hidup secara bebas bisa dipahami dengan benar, termasuk dalam mengelola berita atau pemberi informasi kepada Publik, tidak menggunakan internet atau medsos atau media apapun sebagai media kejahatan. Tentu dengan adanya hijrah fikriyah, maka kemajuan tarap pemikiran manus...
Komentar
Posting Komentar