Langsung ke konten utama

Berdoa

Saudaraku, setiap perjalanan hidup pasti akan menemukan berbagai persoalan. Ada yang berbahagia karena urusannya, ada pula yang sedih, bahkan marah. Ada pula yang merasa mendapatkan keberkahan dengan hasil melimpah. Ada juga orang yang berusaha keras tetapi tidak mendapatkan hasil tak sebanding. Mengapa kondisi satu orang dengan yang lain berbeda? Tidak lain dan tidak bukan karena ada faktor yang tidak terlihat dan hanya bisa diterima lewat iman. Faktor itu adalah kuasa Allah SWT. Seluruh rezeki, nasib, segala masalah yang dihadapi manusia sudah diatur oleh-Nya. Setiap manusia punya masalah yang mungkin sangat banyak. Satu orang saja tidak mungkin hanya punya satu persoalan, baik masalah sehari-hari maupun soal kediriannya. Terkadang kita merasa masalah tidak pernah berhenti. Ketika berada dalam kondisi seperti ini, Allah memberikan solusi yaitu berdoa.
Berdoa tidak boleh bosan. Mungkin saat ini do’a kita belum dikabulkan oleh Allah SWT, mungkin besok atau lusa dan dilain waktu mungkin akan dikabulkan. Yang penting kita pahami adalah jangan sampai berputus asa atas rahmat Allah SWT, sebab Allah maha memiliki semuanya. Jika kita sudah berusaha dan berdo’a dengan sungguh-sungguh, namun yang kita cita-cita kan belum juga terwujud, mungkin itu lah yang terbaik diberikan oleh Allah, sebab Allah memberi sesuai dengan kebutuhan bukan berdasarkan keinginan.
Berdoa adalah permintaan dari derajat yang paling bawah kepada derajat yang paling tinggi, bahkan tidak ada yang lebih tinggi dari pada-Nya. Selalu berdoa kepada yang Maha Pencipta adalah salah satu tanda hubungan manusia dengan Tuhan-Nya sudah semakin dekat, sebab dengan berdo’a, seorang hamba akan semakin mengakui kekuasaan-Nya. Firman Allah dalam al-qur’an:  "Dan Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kalian kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan bagi kalian." (Q. S Mukmin:60).
Berdoa punya peranan sangat penting bagi manusia. Doa merupakan permohonan sekaligus pengakuan seorang hamba, bahwa hanya kepada Allah lah tempat meminta. Tidak ada kekuasaan yang paling sempurna kecuali kekuasaan Allah SWT. Maka dalam segala hal dalam kehidupan kita hendaknya sebagai seorang hamba terus berdoa, agar semua aktifitas yang kita lakukan bisa berhasil dan membawa keberkahan.
Lagian, kepada siapa lagi kita meminta kalau tidak kepada Allah SWT. Terutama bagi para orang tua dan para calon orang tua, jadikanlah doa sebagai penghubung utama, saling mendo’akan antara anak dengan ayah, antara calon suami dan calon istri, antara adik dengan kakak dan sebagainya yang berkaitan dengan persaudaraan. Sebab doa adalah kekuatan yang bisa mengikat hubungan yang tidak hanya secara zahir, tetapi juga dengan batin.
Doa merupakan mekanisme pertahanan diri yang paling kuat, karena di dalam doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT terselip sebuah pengharapan untuk menjaga diri dari keputus asaan. Kita juga bisa mencari ketenangan dengan doa, sebab dengan berdoa berarti kita telah mencurahkan isi hati kita kepada Allah SWT. Melalui doa, kita juga terlatih untuk mengucapkan syukur, dan dengan bersukur tentu rezeki akan ditambah oleh Allah SWT.
                Jika kita kaitkan dengan mendidik anak, maka doa memiliki peranan penting dalam memberikan pengajaran kepada anak. Sebab dengan mengajari anak berdoa maka sama halnya kita telah banyak mengajari anak bersyukur, tidak putus asa, bertauhid, optimis dalam menjalani kehidupan dan lain-lain. Bahkan terkadang doa bisa mengalahkan segala metode untuk sebuah pembelajaran.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar), dan doa orang yang dizalimi,” (H.R. Abu Daud no. 1536).
 Saudaraku, jangan remehkan kekuatan doa karena kekuatan doa itu sangat luar biasa. Itulah mengapa salah satu cara mendidik anak ala Rasulullah adalah dengan mendoakan anak. Pada metode pertama, bila memang anak masih sulit diatur dan nakal maka berdoalah. Berdoa untuk kebaikan anak, agar anak bisa menjadi lebih baik. Doakan pula anak agar masa depannya cerah, dilindungi dan diridhoi oleh Allah SWT. Selain itu, para orang tua juga dapat berdoa agar diberi kesabaran serta pertolongan selama proses mendidik anak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hijrah Fikriyah

Hijrah fikriyah adalah wujud dari ajaran nabi Muhammad tentang anjuran berhijrah, agar umat islam bisa meninggikan tarap pemikiran yang tinggi yang didasari dengan aqidah yang benar. Pemikiran yang bersumber dari aqidah islam merupakan pemikiran yang hakiki. Sesungguhnya inilah yang disebut dengan hijrah fikriyah, hijrah dalam rangka menuju kecerdasan umat yang kuat dan tangguh . Di era globalisasi yang semakin ini, mungkin kita bisa melihat sendiri, generasi sekarang ini s emakin tergantung kepada internet dan medsos sebagai pencarian informasi. Berbagai info yang didapatkan, memerlukan daya serap tinggi dalam keilmuan seseorang. Disinilah p entingnya hijrah fikriyah, agar dalam memikirkan tentang pandangan hidup secara bebas bisa dipahami dengan benar, termasuk dalam mengelola berita atau pemberi informasi kepada Publik, tidak menggunakan internet atau medsos atau media apapun sebagai media kejahatan. Tentu dengan adanya hijrah fikriyah, maka kemajuan tarap pemikiran manus...

Syahadat dan Shalat

Syahadat merupakan rukun Islam pertama sekaligus tanda keislaman seseorang, belum bisa dikatakan seseorang itu muslim apabila belum mengucapkan syahadat. Lebih dari itu, syahadat merupakan aqidah yang menjadi pokok keimanan yang mendorong manusia untuk melaksanakan solat yang menjadi kewajiban umat Islam. Dua ibadah ini sering kali terlupakan oleh kita. hal yang sangat mendasar sekali, namun apabila salah satunya tertinggal, maka keislaman seseorang belum sempurna. Syahadat adalah pondasi agama dan solat sebagai tiang agama, jika kita ibaratkan satu bangunan, apabila pondasi dari bangunan tidak kuat maka bangunannya pasti akan roboh, begitu juga sebaliknya, walaupun pondasi bangunan sudah kuat, jika tidak ada tiang, bangunan tersebut tidak akan bisa berdiri. Begitu juga solat, antara syahadat dan Solat merupakan satu kesatuan untuk membangun keislaman seseorang. Kandungan dalam Suroh Al-Kafirun ayat 1 sampai 6 menunjukkan tidak ada toleransi dalam bidang keimanan dan peribada...

Mengapa Anak Penting Menuntut Ilmu

Sabat, tentu dengan segala perkembangan ilmu pengetahuan saat ini membutuhkan para intelektual muslim untuk bisa mengimbangi derasnya arus informasi yang sangat sulit untuk di tebak. Disinilah pentingnya sebagai orang tua dan calon orang tua, agar memberikan pemahaman kepada anak tentang pentingnya menuntut ilmu, sekaligus memberikan pencerahan tentang ilmu yang tidak hanya bermanfa'at di dunia tetapi juga penting menuju akhirat. Islam telah menempatkan level tertinggi kepada orang yang berilmu, sebab dengan ilmulah manusia bisa menggapai apapun yang ia inginkan. Ilmu adalah cahaya yang akan menerangi setiap perjalanan kehidupan, baik kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat.  Apalagi kalau kita coba melihat dari sudut pandangan Islam, setiap amal atau ibadah hanya bisa dulakukan dengan ilmu, ketika hendak mengerjakan shalat, seseorang harus mengetahui syarat dan rukun sahnya shalat, karena bila seseorang beribadah tanpa mengetahui ilmunya, maka amal orang tersebut akan ...