Saudaraku, setiap perjalanan hidup
pasti akan menemukan berbagai persoalan. Ada yang berbahagia karena urusannya,
ada pula yang sedih, bahkan marah. Ada pula yang merasa mendapatkan keberkahan
dengan hasil melimpah. Ada juga orang yang berusaha keras tetapi tidak mendapatkan
hasil tak sebanding. Mengapa kondisi satu orang dengan yang lain berbeda? Tidak
lain dan tidak bukan karena ada faktor yang tidak terlihat dan hanya bisa
diterima lewat iman. Faktor itu adalah kuasa Allah SWT. Seluruh rezeki, nasib,
segala masalah yang dihadapi manusia sudah diatur oleh-Nya. Setiap manusia
punya masalah yang mungkin sangat banyak. Satu orang saja tidak mungkin hanya
punya satu persoalan, baik masalah sehari-hari maupun soal kediriannya. Terkadang
kita merasa masalah tidak pernah berhenti. Ketika berada dalam kondisi seperti
ini, Allah memberikan solusi yaitu berdoa.
Berdoa tidak boleh bosan. Mungkin
saat ini do’a kita belum dikabulkan oleh Allah SWT, mungkin besok atau lusa dan
dilain waktu mungkin akan dikabulkan. Yang penting kita pahami adalah jangan
sampai berputus asa atas rahmat Allah SWT, sebab Allah maha memiliki semuanya.
Jika kita sudah berusaha dan berdo’a dengan sungguh-sungguh, namun yang kita
cita-cita kan belum juga terwujud, mungkin itu lah yang terbaik diberikan oleh
Allah, sebab Allah memberi sesuai dengan kebutuhan bukan berdasarkan keinginan.
Berdoa adalah permintaan dari
derajat yang paling bawah kepada derajat yang paling tinggi, bahkan tidak ada
yang lebih tinggi dari pada-Nya. Selalu berdoa kepada yang Maha Pencipta adalah
salah satu tanda hubungan manusia dengan Tuhan-Nya sudah semakin dekat, sebab
dengan berdo’a, seorang hamba akan semakin mengakui kekuasaan-Nya. Firman Allah
dalam al-qur’an: "Dan Tuhanmu
berfirman, 'Berdoalah kalian kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan bagi kalian."
(Q. S Mukmin:60).
Berdoa punya peranan sangat penting
bagi manusia. Doa merupakan permohonan sekaligus pengakuan seorang hamba, bahwa
hanya kepada Allah lah tempat meminta. Tidak ada kekuasaan yang paling sempurna
kecuali kekuasaan Allah SWT. Maka dalam segala hal dalam kehidupan kita
hendaknya sebagai seorang hamba terus berdoa, agar semua aktifitas yang kita
lakukan bisa berhasil dan membawa keberkahan.
Lagian, kepada siapa lagi kita
meminta kalau tidak kepada Allah SWT. Terutama bagi para orang tua dan para
calon orang tua, jadikanlah doa sebagai penghubung utama, saling mendo’akan
antara anak dengan ayah, antara calon suami dan calon istri, antara adik dengan
kakak dan sebagainya yang berkaitan dengan persaudaraan. Sebab doa adalah
kekuatan yang bisa mengikat hubungan yang tidak hanya secara zahir, tetapi juga
dengan batin.
Doa merupakan mekanisme pertahanan diri yang
paling kuat, karena di dalam doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT terselip
sebuah pengharapan untuk menjaga diri dari keputus asaan. Kita juga bisa
mencari ketenangan dengan doa, sebab dengan berdoa berarti kita telah
mencurahkan isi hati kita kepada Allah SWT. Melalui doa, kita juga terlatih
untuk mengucapkan syukur, dan dengan bersukur tentu rezeki akan ditambah oleh
Allah SWT.
Jika
kita kaitkan dengan mendidik anak, maka doa memiliki peranan penting dalam
memberikan pengajaran kepada anak. Sebab dengan mengajari anak berdoa maka sama
halnya kita telah banyak mengajari anak bersyukur, tidak putus asa, bertauhid,
optimis dalam menjalani kehidupan dan lain-lain. Bahkan terkadang doa bisa
mengalahkan segala metode untuk sebuah pembelajaran.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu
‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tiga doa yang mustajab
yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian
(safar), dan doa orang yang dizalimi,” (H.R. Abu Daud no. 1536).
Saudaraku, jangan remehkan kekuatan doa karena
kekuatan doa itu sangat luar biasa. Itulah mengapa salah satu cara mendidik
anak ala Rasulullah adalah dengan mendoakan anak. Pada metode pertama, bila
memang anak masih sulit diatur dan nakal maka berdoalah. Berdoa untuk kebaikan
anak, agar anak bisa menjadi lebih baik. Doakan pula anak agar masa depannya
cerah, dilindungi dan diridhoi oleh Allah SWT. Selain itu, para orang tua juga
dapat berdoa agar diberi kesabaran serta pertolongan selama proses mendidik
anak.
Komentar
Posting Komentar