Langsung ke konten utama

Istiqomah


Saudaraku, kita pastinya sangat merasa bahagia jika melihat anak rajin shalat, pandai baca al-qur'an, konsisten dalam melaksanakan puasa dan sebagainya yang terkait dengan semua aktifitas keberagamaan. Itu pertanda pada diri anak sudah mulai tertanam istiqomah yang dibangkitkan dari fitrahnya sebagai insan kamil.

Untuk mewujudkan cita-cita luhur tersebut, sangat diperlukan peran aktif dari kedua orang tua. Dikutip dari buku Prophetic Parenting Cara Nabi Mendidik Anak, Imam al-Ghazali mengatakan, "Anak adalah amanat di tangan kedua orangtuanya, hatinya yang suci adalah mutiara yang masih mentah, belum dipahat maupun dibentuk. Mutiara ini dapat dipahat dalam bentuk apa pun, mudah condong kepada segala sesuatu. Apabila dibiasakan dan diajari dengan kebaikan, maka di akan tumbuh dalam kebaikan itu".

Sesering mungkin orang tua harus terus mencari cara jitu untuk mendidik anaknya agar bisa istiqomah dalam hal kebaikan, terutama dalam hal aqidah dan ibadah. Sebab anak jaman now selalu dihadapkan dengan derasnya arus budaya asing, hingga terkadang membuat mereka kebingungan, terombang ambing oleh keadaan.

            Apa Itu Istiqomah?
Istiqomah berasal dari bahasa arab yang artinya benar dan lurus. Seorang yang istiqomah, ia akan terus berjalan lurus dan mempertahankan kebenaran agama mencakup segala bentuk keta’atan kepada Allah SWT. Firman Allah dalam al-qur’an:

“ Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka Malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (Q.S. Fussilat:30).

Ayat di atas menunjukkan betapa pentingnya istiqomah dalam mempertahankan aqidah, sekaligus penguatan untuk tidak takut beristiqomah walau dengan godaan apapun, sebab Allah SWT akan memberikan kabar gembira berupa sorga yang telah dijanjikan oleh-Nya.
Untuk membentuk sikap istiqomah bagi anak, paling tidak ada 5 hal yang perlu kita lakukan, yaitu: Pertama, menciptakan suasana kebudayaan yang bernilai Agama. Dalam semua kondisi, di Rumah, di sekolah, di semua lingkungan dan dimanapun kita harus menghidupkan nuansa-nuansa agama. contohnya saja Rumah yang menjadi tempat tinggal kita, apabila terdapat pesan atau gambar yang tidak mendukung dengan keyakinan atau Agama kita, menunjukkan bahwa penghuninya kurang memberdayakan agama dalam lingkungan keluarganya. Padahal dalam mengembangkan istiqomah dalam hal aqidah, meski menyangkut dengan seluruh aspek kehidupan manusia, agar setiap saat, dimanapun kita berada tetap dalam suasana Agama yang selalu mengingatkan kita kepada Tuhan yang maha pencipta.

            Kedua, Membangun kepribadian yang mandiri. Kepribadian merupakan satu ciri khas dan watak manusia yang membedakan diri dengan yang lainnya. Kepribadian didorong oleh naluri dari berbagai aspek kehidupan yang mempengaruhinya yaitu aspek keluarga, lingkungan dan pendidikan. ketiga aspek tersebut akan terus mempengaruhi kepribadian seseorang, tergantung bagimana seseorang merespon dan mengamalkannya.

Jika dalam satu lingkungan yang tidak sehat mampu membawanya sakit, berati tidak memiliki kepribadian yang mantap, karena untuk membangun kepribadian yang mantap, sesorang tidak boleh terpengaruh dengan hal-hal yang tidak baik atau perbuatan yang tidak mendukung untuk kemajuan Agamannya.

            Ketiga, Membentuk prilaku sosial dan pengembangan budaya. Sebagai makhluk sosial tentunya harus menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan serta mampu membudayakan keadaan menjadi lebih baik dan terkendali. Jiwa sosial yang tinggi akan melahirkan rasa solidaritas yang tinggi untuk saling tolong menolong dan saling menasehati. Dengan jiwa sosial juga akan tercipta satu keinginan yang kuat untuk menciptakan sebuah budaya keagamaan, sehingga dengan terciptanya budaya keagamaan, maka akan menjadi satu amal jariyah baginya karena keberhasilannya dalam menerapkan ajaran agamanya dalam satu komunitas masyarakat.

Keempat, Membangun khazanah ilmu pengetahuan. Kita harus bisa memberikan pemahaman kepada anak, bahwa menuntul ilmu adalah satu kewajiban. sebab apapun aktifitas manusia di muka bumi ini harus dengan ilmu pengetahuan. Untuk mencari dunia meski dengan ilmu dan untuk mencari akhirat pun meski dengan ilmu. Bahkan dalam ajaran agama Islam disebutkan, bahwa ilmu pengetahuan akan mampu mengangkat derajat manusia. Ilmu adalah cahaya yang menerangi kita dan mampu untuk menjaga keimanan seseorang, sehingga memiliki spritual agama yang kokoh dan tidak mudah dipengaruhi oleh ajaran-ajaran yang tidak ada dasarnya.

            Kelima, Manajemen lingkungan. Pengaruh lingkungan memang memberi pengaruh tertinggi untuk kepribadian anak. terlebih di era globalisasi ini, anak tidak hanya diuji dengan tekhnologi yang canggih, namun diuji dengan budaya asing yang sangat jauh berbeda dengan pemahaman keagamaan yang mengakibatkan pemahaman keagamaan semakin menipis dan bisa mengurangi istiqomah dalam beragama. Dan sebagai manusia yang beragama dituntut untuk kuat membentengi diri dengan aqidah yang kokoh, sehingga apapun bentuk budaya yang tidak sesuai dengan paham keagamaan bisa terkendali dengan baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hijrah Fikriyah

Hijrah fikriyah adalah wujud dari ajaran nabi Muhammad tentang anjuran berhijrah, agar umat islam bisa meninggikan tarap pemikiran yang tinggi yang didasari dengan aqidah yang benar. Pemikiran yang bersumber dari aqidah islam merupakan pemikiran yang hakiki. Sesungguhnya inilah yang disebut dengan hijrah fikriyah, hijrah dalam rangka menuju kecerdasan umat yang kuat dan tangguh . Di era globalisasi yang semakin ini, mungkin kita bisa melihat sendiri, generasi sekarang ini s emakin tergantung kepada internet dan medsos sebagai pencarian informasi. Berbagai info yang didapatkan, memerlukan daya serap tinggi dalam keilmuan seseorang. Disinilah p entingnya hijrah fikriyah, agar dalam memikirkan tentang pandangan hidup secara bebas bisa dipahami dengan benar, termasuk dalam mengelola berita atau pemberi informasi kepada Publik, tidak menggunakan internet atau medsos atau media apapun sebagai media kejahatan. Tentu dengan adanya hijrah fikriyah, maka kemajuan tarap pemikiran manus...

Syahadat dan Shalat

Syahadat merupakan rukun Islam pertama sekaligus tanda keislaman seseorang, belum bisa dikatakan seseorang itu muslim apabila belum mengucapkan syahadat. Lebih dari itu, syahadat merupakan aqidah yang menjadi pokok keimanan yang mendorong manusia untuk melaksanakan solat yang menjadi kewajiban umat Islam. Dua ibadah ini sering kali terlupakan oleh kita. hal yang sangat mendasar sekali, namun apabila salah satunya tertinggal, maka keislaman seseorang belum sempurna. Syahadat adalah pondasi agama dan solat sebagai tiang agama, jika kita ibaratkan satu bangunan, apabila pondasi dari bangunan tidak kuat maka bangunannya pasti akan roboh, begitu juga sebaliknya, walaupun pondasi bangunan sudah kuat, jika tidak ada tiang, bangunan tersebut tidak akan bisa berdiri. Begitu juga solat, antara syahadat dan Solat merupakan satu kesatuan untuk membangun keislaman seseorang. Kandungan dalam Suroh Al-Kafirun ayat 1 sampai 6 menunjukkan tidak ada toleransi dalam bidang keimanan dan peribada...

Mengapa Anak Penting Menuntut Ilmu

Sabat, tentu dengan segala perkembangan ilmu pengetahuan saat ini membutuhkan para intelektual muslim untuk bisa mengimbangi derasnya arus informasi yang sangat sulit untuk di tebak. Disinilah pentingnya sebagai orang tua dan calon orang tua, agar memberikan pemahaman kepada anak tentang pentingnya menuntut ilmu, sekaligus memberikan pencerahan tentang ilmu yang tidak hanya bermanfa'at di dunia tetapi juga penting menuju akhirat. Islam telah menempatkan level tertinggi kepada orang yang berilmu, sebab dengan ilmulah manusia bisa menggapai apapun yang ia inginkan. Ilmu adalah cahaya yang akan menerangi setiap perjalanan kehidupan, baik kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat.  Apalagi kalau kita coba melihat dari sudut pandangan Islam, setiap amal atau ibadah hanya bisa dulakukan dengan ilmu, ketika hendak mengerjakan shalat, seseorang harus mengetahui syarat dan rukun sahnya shalat, karena bila seseorang beribadah tanpa mengetahui ilmunya, maka amal orang tersebut akan ...