Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Mengisi Hati Dengan Zikir

Sudahkah kita yakin sepenuhnya bahwa alam yang maha luas dan besar ini bukanlah terjadi dengan sendirinya ? Karena tak mungkin sesuatu dapat terjadi dengan sendirinya, tetapi pasti ada yang menjadikan atau menciptakan dan menyebabkan tercipta. Dialah Allah yang menciptakan alam semesta beserta isinya. Sudahkah kita yakin bahwa Allah bukan hanya menciptakan alam dan isinya saja ? Tetapi Allah juga yang mengatur seluruhnya. Allah pula yang memutar bumi dan bulan, menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan kejadian-kejadian lainnya. Sudahkah kita yakin pula bahwa Allah tidak hanya mencipta dan mengatur alam raya ini ? Tetapi Allah juga melindunginya. Tanpa perlindungan dari Allah, alam raya ini takkan mungkin bertahan sampai berjuta abad sebagai yang kita saksikan sampai sekarang ini. Tanpa perlindungan Allah tak akan mungkin ada kehidupan di permukaan bumi ini. Bagi seorang hamba yang yakin dan sadar sesadar-sadarnya bahwa Allah ada sebagai sang Pencipta, yang Maha Menga...

Menanamkan Kejujuran Kepada Anak

Kejujuran merupakan suatu skill atau kemampuan yang harus terus diasah. Ya, kejujuran itu bukan kualitas yang secara otomatis dimiliki seorang anak tanpa dididik sejak kecil. Dengan menanamkan kejujuran, anak pun terlatih untuk memegang prinsip yang benar meskipun ia sedang menghadapi situasi yang sulit. Anak jadi lebih mampu menghindari godaan yang tidak jujur misalnya mencontek saat ujian, mengambil barang adiknya tanpa bilang, atau menyembunyikan nilai jelek dari orang tua. Ketika anak sudah mulai beranjak dewasa pun nilai kejujuran akan selalu dijunjung tinggi oleh anak. Ia tak akan mudah berbohong demi kepentingannya sendiri dan akan dijauhi dari korupsi atau berbuat curang. Mendidik anak agar jujur sebenarnya tidak susah, asal orang tua mau dan bersungguh-sungguh untuk terus mengasah dan melatih anak, pada gilirannya nanti anak akan jujur. Maka peran orang tua adalah panutan utama mengenai kejujuran, selama orang tua bicara jujur, anak akan meneladani sikap tersebut. Maka, ...

Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Pada Anak

Anak adalah karunia paling berharga yang diamanahkan Allah SWT kepada para orang tua. Kehadirannya akan menjadi dambaan dari setiap para orang tua, sebab anak merupakan buah hati dari kasih sayang terjalin antara dua insan. Maka sangat wajar jika para orang tua menginginkan anaknya menjadi orang yang sukses dan bermanfa’at kepada keluarga dan bangsa. Melalui pola asuh dan didikan yang didapatkan anak sejak usia dini, tidak dapat dipungkiri kita sering mendengar pepatah yang mengatakan "Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya". Diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Hurairah R.A.: Rasululloh SAW bersabda, “tidaklah seorang anak dilahirkan melainkan dilahirkan atas fitrah. Namun, kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi. Seperti seekor hewan yang melahirkan anak yang lengkap (tidak cacat), apakah dapat kalian temukan ada di antara kalian keturunan yang cacat?”. Pada hakikatnya, anak yang dilahirkan ke muka bumi ini dalam keadaan fitrah. Namun bagai...

Hijrah Fikriyah

Hijrah fikriyah adalah wujud dari ajaran nabi Muhammad tentang anjuran berhijrah, agar umat islam bisa meninggikan tarap pemikiran yang tinggi yang didasari dengan aqidah yang benar. Pemikiran yang bersumber dari aqidah islam merupakan pemikiran yang hakiki. Sesungguhnya inilah yang disebut dengan hijrah fikriyah, hijrah dalam rangka menuju kecerdasan umat yang kuat dan tangguh . Di era globalisasi yang semakin ini, mungkin kita bisa melihat sendiri, generasi sekarang ini s emakin tergantung kepada internet dan medsos sebagai pencarian informasi. Berbagai info yang didapatkan, memerlukan daya serap tinggi dalam keilmuan seseorang. Disinilah p entingnya hijrah fikriyah, agar dalam memikirkan tentang pandangan hidup secara bebas bisa dipahami dengan benar, termasuk dalam mengelola berita atau pemberi informasi kepada Publik, tidak menggunakan internet atau medsos atau media apapun sebagai media kejahatan. Tentu dengan adanya hijrah fikriyah, maka kemajuan tarap pemikiran manus...

Menjemput Hidayah

Anugrah yang paling berharga adalah hidayah, yang diberikan oleh Allah SWT kepada manusia yang dikehendaki-Nya. Sebagai seorang hamba, lazimnya kita terus berupaya untuk selalu menjemput hidayah kepada Allah, sebab nasib manusia tidak akan berubah kecuali dengan usahanya sendiri. firman Allah dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang pada diri mereka”. ( Q.S Ar-Ra’d /13: 11).             Manusia sebagai makhluk yang paling mulia di muka bumi ini, memiliki potensi untuk terus berupaya menjemput hidayah dari Allah SWT. Potensi akal, perasaan dan seluruh yang ada dalam diri manusia, sesungguhnya memiliki hubungan yang sangat erat sekali dengan fitrahnya manusia yang suci. Tergantung kepada tingkat kesadaran manusia, jika memiliki niat yang kuat untuk mendapatkan hidayah dari Allah SWT serta mengerahkan segala kemampuan yang ada dalam dirinya, s...

Akhlak Yang Baik

Sobat,harus kita akui bahwa sekarang ini kita sedang menghadapi darurat akhlak. Fenomena perkembangan peradaban manusia zaman sekarang secara global menunjukkan berbagai gejala indikasi minimnya kesadaran implementasi nilai-nilai agama. Seperti memudarnya rasa hormat anak kepada orangtua-guru, rasa tanggung jawab orangtua dalam mendidik fitrah beragama anak, berkurangnya rasa persaudaraan antar warga masyarakat, dan menurunnya kepekaan, kepedulian, kejujuran individu dalam hubungan sosial di sekitarnya. Memang bukan seluruhnya demikian. Akan tetapi, pemberitaan di media massa, dan televisi terkait fenomena tersebut sudah cukup mewakili kondisi ril di masyarakat. Pada dasarnya Manusia Merupakan Makhluk sosial yang beradab menurut tabiatnya dan makhluk sosial menurut fitrahnya. Mereka saling suka dan saling beramah tamah sesamanya.Dalam pergaulan, terdapat hak-hak aturan kesopanan yang banyak mereka perhatikan. Seseorang itu sedikit bila ia sendiri dan menjadi banyak ketika kehadir...

Gerakan Cinta Al-Qur'an

Gerakan cinta Al-Qur’an sesungguhnya telah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak saat ini, di saat anak zaman now banyak bersentuhan dengan budaya asing, nilai-nilai yang terkadung dalam Al-Quran itu juga harus terus ditanamkan kepada mereka, agar kelak anak bisa terdidik dengan baik sesuai dengan nilai-nilai Islami. Melalui gerakan cinta Al-Qur’an juga diharapkan mampu membangkitkan anak mencintai   Al-qur’an untuk membuktikan pondasi keimanan sekaligus pedoman hidup yang melekat pada lingkungannya, sehingga menjadi satu kebiasaan yang baik karena diteladani oleh peserta didiknya. Kesadaran untuk membaca Al-qur’an dan memahaminya yang diiringi dengan tausiyah, tentu akan lebih mengarahkan peserta didiknya untuk aktif sekaligus membangkitkan ideologi Islam yang sebenarnya. Firman Allah dalam Al-qur’an: Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.(Q.S Ali Imran/3:110). Ummat Is...

Mengapa Anak Malas Ke Masjid

Padahal Masjid adalah satu-satunya rumah Allah di muka bumi ini, di dalamnya terdapat sekumpulan manusia yang yang ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun dalam sebuah video yang pernah saya tonton, kiriman dari teman saya melalui WhatsApp. Saya yakin, para sobat pasti sebagian udah pernah nonton, sebab penontonnya sampai saat ini sudah melebihi 2 juta orang lho. Video tersebut berisi tentang seorang yang lagi mengumandangkan azan berkali-kali, namun jama'ah tak kunjung datang ke Masjid. Ada yang sibuk main gadget, bekerja, ngobrol dan lain sebagainya, sehingga mereka tidak peduli dengan panggilan azan yang sudah berkali-kali dikumandangkan. Karena azan tak lagi terpengaruh untuk mengajak masyarakat ke Mesjid. Lalu sang muazzin menggantikan azan dengan menyanyi.  Tak lama kemudian, wargapun berbondong-bondong datang ke Masjid  menciduk sang muazzin.  "Kamu sudah gila ya?"   "Siapa yang gila, orang lagi azan ga' datang ke Masjid, giliran ny...

Memakmurkan Masjid

Kebudayaan Islam yang terbesar di muka bumi ini adalah Mesjid dan rumah yang paling dicintai Allah SWT di muka bumi ini adalah Masjid. Maka sangat wajar sekali, dijadikan Allah SWT bahwa tanda-tanda orang beriman adalah orang mencintai Masjid dan memakmurkan Masjid. Pada masa Rasulullah SAW, Mesjid tidak hanya digunakan sebagai tempat beribadah, lebih dari itu, Mesjid digunakan oleh Rasul sebagai tempat belajar, bermusyawarah, bahkan Rasulullah memanfaatkan Masjid sebagai tempat untuk mengatur strategi perang untuk melawan orang-orang kafir. Firman Allah dalam Al-Qur’an: “ Sesungguhnya yang memakmuran Masjid Allah hanyalah orang-orang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan tetap melaksanakan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut kepada apapun kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk”. ( Q S At-Taubah/9: 18). Masjid memiliki banyak nilai historis dalam kehidupan Ummat Islam, terbukti pada masa Nabi Muhammad SAW, ketika ia b...

Mengapa Anak Penting Menuntut Ilmu

Sabat, tentu dengan segala perkembangan ilmu pengetahuan saat ini membutuhkan para intelektual muslim untuk bisa mengimbangi derasnya arus informasi yang sangat sulit untuk di tebak. Disinilah pentingnya sebagai orang tua dan calon orang tua, agar memberikan pemahaman kepada anak tentang pentingnya menuntut ilmu, sekaligus memberikan pencerahan tentang ilmu yang tidak hanya bermanfa'at di dunia tetapi juga penting menuju akhirat. Islam telah menempatkan level tertinggi kepada orang yang berilmu, sebab dengan ilmulah manusia bisa menggapai apapun yang ia inginkan. Ilmu adalah cahaya yang akan menerangi setiap perjalanan kehidupan, baik kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat.  Apalagi kalau kita coba melihat dari sudut pandangan Islam, setiap amal atau ibadah hanya bisa dulakukan dengan ilmu, ketika hendak mengerjakan shalat, seseorang harus mengetahui syarat dan rukun sahnya shalat, karena bila seseorang beribadah tanpa mengetahui ilmunya, maka amal orang tersebut akan ...

Mengapa Harus Galau

Galau itu apa ya? sedih, kecewa, putus asa atau apapun istilahnya, yang jelas galau jangan sampai melekat pada jiwa kita semua. Terutama untuk para pemuda, jangan sampai galau karena sesuatu hal yang tidak penting, misalnya galau karena pacar, putus cinta, pacar selingkuh, ataupun karena masalah jomblo dan lain-lain. Jika kebanyakan pemuda di negeri ini galau, maka apa lagi yang bisa kita harapkan dari ideologi mereka yang sudah hampir kosong. Sebab kegalauan hanya akan membawa kesedihan, kekecewaan yang lebih patal lagi adalah kesengsaraan. Yakinlah sobat, jika galau terus kita pelihara, maka akan datang lagi tumpukan masalah mengintai anda, sebab perjalanan kehidupan ini akan terus bertambah jauh, jauh dan makin jauh.  Galau sebenarnya tidak pernah mengenal usia, siapapun bisa terjangkit penyakit galau. Termasuk manusia yang memilik tarap pemikiran dan intelektual yang tinggi. Sebab galau juga akan menjadi tantangan tersendiri untuk hidup lebih optimis dan percaya di...